Toni Togatorop: Mafia Pupuk Telah Hancurkan Masa Depan Petani di Sumut

Redaksi - Senin, 16 Mei 2022 17:42 WIB
Foto: Ist/harianSIB.com
Toni Togatorop SE MM.

Medan (harianSIB.com)

Ketua DPD Assosiasi Pedagang dan Petani (Aspatan) Sumut Toni Togatorop SE MM menegaskan, mafia pupuk telah menghancurkan masa depan petani di daerah ini, sehingga aksi kejahatannya yang membuat pupuk langka harus segera diakhiri, agar aktivitas petani bercocok tanam bisa kembali normal.

"Kita berharap kepada aparat penegak hukum untuk memfokuskan pemberantasan mafia pupuk, karena terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi diduga ada keterlibatan mafia pupuk memborong pupuk jatah rakyat untuk dijual ke perkebunan besar dengan harga tinggi," kata Toni kepada jurnalis Koran SIB Firdaus Peranginangin, Senin (16/5/2022), di Medan.

Toni kuatir, jika aksi kejahatan mafia pupuk ini tidak segera diberantas habis, kebutuhan sayur-mayur dan buah-buahan di Sumut tidak lagi terpenuhi. Pasanya, sangat menyulitkan bagi petani bercocok tanam, jika hanya mengandalkan pupuk non subsidi yang harganya sangat tinggi.

Berkaitan dengan itu, mantan Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut ini berharap kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk segera melakukan pertemuan dengan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Sumut, untuk bersama-sama dan satu bahasa memberantas mafia pupuk di Sumut.

Begitu juga Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Sumut, tambah penasihat sejumlah kelompok tani di wilayah Sumut itu, harus menyadari, keterpurukan pola diversifikasi berbagai tanaman, diakibatkan mahalnya harga pupuk dan langkanya pupuk bersubsidi, sehingga kebutuhan petani tidak terpenuhi.

"Ketersediaan pupuk tidak lain untuk menunjang program kedaulatan pangan, sehingga ketersedian beras maupun komoditas pertanian lainnya dapat terpenuhi," kata Toni sembari menambahkan, yang terpenting bagi petani, kebutuhan pupuknya terpenuhi, agar aktivitasnya bertani tidak terganggu.

Toni bahkan mengusulkan kepada Pemprov Sumut dan DPRD Sumut untuk membuat cadangan ketersediaan pupuk bagi petani dengan mengalokasikan anggaran pembelian pupuk organik (kompos) di APBD Sumut. Jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, segera lepas pupuk organik ke petani.

"Kasihan petani jika terus dihadapkan dengan mafia pupuk. Pemprov Sumut dan DPRD Sumut harus cari solusi alternatif pengendalian kelangkaan pupuk dimaksud dengan menyalurkan pupuk organik kepada para petani, agar Sumut bisa berdaulat pangan dan petani semakin sejahtera," ujarnya. (*)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Martabe

Aspatan Sumut Desak Dinas TPH Sumut Gencar Sosialisasikan Manfaat Pupuk Organik Bagi Petani

Martabe

Toni Togatorop: Harga Gabah Kering Tingkat Petani di Sumut Masih Rendah Rp5.774/Kg

Martabe

Ketua Aspatan Sumut Ajak Petani dan Pedagang Awasi Caleg “Main” Politik Uang di Pemilu 2024

Martabe

Politisi Ajak Semua Pihak Jangan Pilih Calon Pemimpin dan Caleg dari “Isi Kantongnya”

Martabe

Perum Bulog Diminta Gerak Cepat Salurkan Bansos ke Masyarakat

Martabe

Toni Togatorop Ingatkan Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko Antisipasi Efek Kekeringan Ekstrem