Nias (harianSIB.com)
Sekitar 300 dusun di Pulau Nias belum dialiri listrik hingga saat ini. Untuk itu, tokoh masyarakat Sumut, Parlindungan Purba meminta pemerintah memprioritaskan Pulau Nias mendapat program listrik desa.
Usai berkunjung ke PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias, Jumat (17/6/2022), Parlindungan kepada wartawan menjelaskan, informasi yang didapatkan, sekitar 70 desa belum mendapatkan aliran listrik. Sementara 1 desa biasanya mencapai 3 hingga 5 dusun, maka keseluruhan dusun yang tidak berlistrik mencapai 300-an desa.[br]
"Saya dengar PLN Nias sudah bekerja melakukan survei dan pendalaman lokasi, namun anggaran yang disiapkan belum dapat untuk membangun listrik untuk semua desa," katanya.
Baca juga:
Disdukcapil Sergai Raih Penghargaan UPP Terbaik dari Menpan RBIa pun mengimbau pemerintah dan PLN dapat memprioritaskan Pulau Nias mendapat program listrik desa. Sebab, banyak daerah pedalaman yang membutuhkan energi listrik, baik untuk penerangan mupun energi membantu aktifitas maupun industri rumah tangga.
Dia prihatin kepada warga yang terus menyampaikan permohonan listrik namun belum terealisasi.
"Sejumlah warga dari Desa Sibohou, Kecamatan Alasa, Nias Utara, telah memasukkan permohonan pemasangan listrik tahun 2020 lalu, namun hingga kini belum realisasi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan PLN UP3 Nias, Hans Siregar mengatakan, pihaknya aktif menjalankan program listrik desa hingga banyak wilayah kini telah dialiri listrik.[br]
Diakuinya, persoalan anggaran membuat belum semuanya desa mendapat penerangan PLN di Nias. Dia pun mengakui telah menerima sejumlah permohonan dari desa.
Baca juga:
Jokowi Minta Semua Negara Kedepankan Budaya Damai"Kami mohon masyarakat bersabar," kata Siregar. (A19)