Sibolga (SIB)- Communication Relation Officer Manager PT SDV Logistic Indonesia, Benny Sirait didampingi Reynold Simamora mengungkapkan, pada 5 Februari 2014 mendatang tim survey independen dari Baristran Medan dijadwalkan melaksanakan survey terhadap kualitas udara dan air laut di Pelabuhan Sibolga.“Kegiatan ini diselenggarakan atas inisiatif dari PT SDV Logistic Indonesia dan PT AR Martabe, pasca insiden kebocoran salah satu isotank berisi bahan kimia Hydro Clori Acid (HCl/Asam Klorida) yang akan dibongkar di Pelabuhan Sibolga, Sabtu (18/1) lalu,†ungkap Benny Sirait dalam siaran persnya, Jumat (31/1) kepada wartawan di Sibolga.Benny menjelaskan, PT SDV Logistic Indonesia telah responsif dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan kebocoran itu. “Kami juga memastikan bahwa hal itu tidak akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan tidak berbahaya bagi penduduk,†katanya.PT SDV langsung melakukan tanggap darurat didukung tim 24/7 Tanggap Darurat (ERT) yang terlatih dan sangat terampil, punya keahlian dan pengalaman, mereka juga dilengkapi peralatan khusus (pompa, IBC Tank, pipa dan pakaian khusus yang tahan terhadap bahan kimia).Saat itu juga, tim tanggap darurat melakukan pemindahan cairan dari tabung yang bocor ke IBC Tank. Isotank container berisi cairan kimia yang bocor tidak diturunkan tetapi tetap berada di atas kapal selama insiden bersama 18 IBC Tank (produk murni HCL) dan 3 IBC tank berisi campuran HCL dan air laut.IBC tank tersebut telah dikembalikan dan diserahkan ke Jakarta kepada Orica sebagai pemilik dan pemasok bahan kimia untuk pembuangan dengan kontraktor yang ditunjuk. Pada, Jumat (31/1) Orica akan mengkorfirmasi tanggal yang tepat untuk pelaksanaan survey oleh surveyor independen di Jakarta.Kemungkinan berlangsung pada 4 Februari 2014, tanggal di mana pembersihan tangki secara menyeluruh dikonfirmasi akan selesai oleh Wasted Management Indonesia (WMI). “Perwakilan Pemko Sibolga akan diundang ke Jakarta untuk menyaksikan pelaksanaan survey. Hasilnya akan dibagikan kepada semua pihak terkait pada waktunya,†beber Benny.Reynold Simamora menambahkan, sebuah survey lainnya untuk menguji kualitas udara dan laut di Pelabuhan Sibolga akan digelar pada 5 Februari 2014. Perwakilan Pemko Sibolga juga akan diundang menyaksikan survey tersebut dan hasilnya juga akan dibagikan kepada semua pihak terkait. Temuan akan dibandingkan dengan analisis sebelumnya yang dilakukan sebelum insiden.“Karena setiap enam bulan, PT SDV Logistic Indonesia secara berkala tetap melakukan pengujian kualitas udara, air dan kualitas udara di Sibolga. Terakhir kali dilakukan pada 24 April 2013 oleh Laboratorium Pengujian dari lembaga penelitian industri dan standarisasi Medan (Baristan Medan),†katanya seraya membenarkan salah satu hasil pertemuan pihak Pemko Sibolga, PT AR Martabe dan PT SDV Logistic Indonesia beberapa waktu lalu di area Pelabuhan meminta agar kualitas air di survey paska terjadinya kebocoran tabung.(E4/d)