Silaulaut (harianSIB.com)
Kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar, hasil tangkapan ratusan nelayan tradisional di Desa Silo Baru, Kabupaten Asahan, minim.
Baca juga:
Kapolres Sergai Beri Reward 22 Personel Satreskrim"Meski sudah memanfaatkan BBM yang dijatah yakni 3 liter setiap perahu motor, hasil tangkapan tetap tidak maksimal," kata Budi, nelayan tradisional Desa Silo Baru, Jumat (1/7/2022).
Kata Budi, jatah BBM solar sebanyak 3 liter, hanya cukup di pantai laut. Sedangkan untuk mendapat hasil tangkapan yang lebih banyak harus ke tengah laut sehingga jatah BBM tersebut tidak memadai.
Menurut Budi, saat ini hasil tangkapan Ranjungan (Kepiting) tidak lebih 5 Kg setiap hari bahkan kurang. Padahal, jika lebih jauh merentang jaring ke laut lepas, bisa menghasilkan 20 Kg sampai 25 Kg setiap hari.
Kepala Desa Silo Baru, Ahmad Sopyan membenarkan nelayan di desanya kesulitan mendapatkan BBM solar. Bahkan, harganya sangat mahal, satu liter mencapai Rp 8500. Itupun dijatah maksimal 3 liter tiap nelayan.
Baca juga:
Hari Bhayangkara, RE Nainggolan Apresiasi Pelaksanaan Presisi Partisipatif Polda SumutUpaya yang telah dilakukan, kata Sopyan, yakni mengeluarkan izin dari desa untuk memperoleh BBM solar dari stasiun pengisian umum (SPBU). Namun tetap dijatah, karena solar masih subsidi pemerintah. (E11)