Pematangsiantar (SIB)
Plt Wali Kota Pematangsiantar diwakili Asisten Administrasi Umum, Drs Pardamean Silaen, membuka Sinode Kerja Gereja Pentakosta (GP) le-44 Jalan Mangga, Pematangsiantar, Jumat (1/7).
Sinode merupakan agenda yang penting untuk menciptakan program kerja gereja. Warga gereja diharapkan dapat menjaga toleransi antar umat beragama, terutama di kota Pematangsiantar, yang dikenal sebagai kota toleransi yang harmonis.
Penting bersinergitas tiga pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu pemerintah, agama dan adat, dalam menciptakan kehidupan yang damai dan tenteram.
Sementara itu, Ketua Pucuk Pimpinan Gereja Pentakosta, Pdt Ev Diane Evapora Siburian STh, mengucapkan puji dan syukur, atas terlaksananya pembukaan sinode dan mengharapkan dapat berlangsung dengan damai dan menghasilkan program kerja yang akan dilaksanakan untuk kemajuan pelayanan di Gereja Pentakosta. Tema Sinode "Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan,maka Ia akan memelihara engkau (Mazmur 55:23 a) dan subtema, Gereja tidak usah takut kalau pelayanannya ditantang oleh dunia".[br]
Ketua Panitia Sinode kerja Gereja Pentakosta ke-44, Pdt Rudi Pakpahan, mengatakan sinode kerja ini dilaksanakan untuk mengevaluasi dan memajukan pelayanan Gereja Pentakosta yang ada di seluruh Indonesia. Diharapkan agar kegiatan, yang akan dilaksanakan hingga Minggu (3/7) ini berlangsung dengan damai dan penuh sukacita. "Biarlah gereja kita dapat semakin berbuah, bertumbuh, dan berkembang demi kemajuan dan kemuliaan nama Tuhan," ujarnya.
Sekjen GPDI, Pdt Kartono Pasaribu MTh dalam kata sambutannya, mewakili undangan dari gereja tetangga, mengharapkan sesuai dengan tema kegiatan untuk menyerahkan kekuatiran kepada Tuhan, karena Dialah yang akan memikul beban yang dihadapi umatNya. Kiranya Sinode dapat menghasilkan program kerja yang dapat semakin mendukung kemajuan dalam pelayanan.
Pengurus PGPI Kota Pematangsiantar, Pdt Sardiana Panjaitan, mengharapkan agar menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, agar mampu menghadapi semua tantangan dan pelayan, pekerja hamba-hamba Tuhan dapat lebih bersemangat dan tetap berjalan di atas kebenaran Tuhan dan senantiasa berdoa, agar diberikan kekuatan dalam melakukan pelayanan dan urapan dari Tuhan pasti terjadi, juga tetaplah bersukacita senantiasa, katanya. (D3/f)