Silaulaut (SIB)
Hasil tangkapan ratusan nelayan tradisional di Desa Silo Baru Asahan minim karena nelayan sulit mendapatkan BBM solar.
Demikian dikatakan Budi Susilo, nelayan tradisional di Silo Baru, Jum'at (1/7).
Jatah solar 3 liter hanya mampu merentang jaring di kuala Silo Baru. Sedangkan melabuh ke tengah lautan, kuatir minyak perahu motor tak cukup, kata Budi.
Lanjut Budi, kalau jaring kepiting (Ranjungan) direntang di tengah lautan, dalam sehari bisa menghasilkan 20 sampai 25 Kg kepiting.
Namun kalau hanya tenaga BBM 3 liter, hasil tangkapan hanya 3 sampai 5 Kg tiap hari.[br]
Budi berharap kepada Pemkab Asahan, agar bisa mempermudah mendapatkan BBM solar kepada nelayan Silo Baru.
Sementara itu, kepala Desa Silo Baru Ahmad Sopyan dikonfirmasi di kantor desa, membenarkan nelayan di Silo Baru kesulitan mendapatkan BBM solar.
Mereka membeli solar bersubsidi dari agen mencapai Rp 8500/liter.
Upaya yang dilakukan, pihak desa sudah mengeluarkan izin kepada agen, untuk membeli solar ke SPBU Simpang Butong.
Namun tetap terbatas karena bio solar masih subsidi dari pemerintah, kata Sopyan. (E11/d)