Bupati Nisbar Kunjungi Balita Gizi Buruk

Redaksi - Jumat, 09 September 2022 21:27 WIB
(Foto: Dok/Dinkes Nisbar)
LIHAT BAYI: Bupati Khenoki Waruwu melihat kondisi bayi penderita gizi buruk yang sedang dirawat di Puskesmas Mandrehe, Jumat (9/9/2022).

Lahomi (harianSIB.com)

Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, didampingi Kadis Kesehatan Sabahati Gulo, Camat Mandrehe Farianus Gulo, mengunjungi bayi penderita gizi buruk yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Mandrehe, Jumat (9/9/2022).

Khenoki mengatakan kedatangannya untuk melihat kondisi bayi yang menderita gizi buruk itu, bermula dari informasi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Nias Barat.

“Kadis Kesehatan melaporkan ada seorang bayi menderita gizi buruk sedang dirawat di Puskesmas Mandrehe, makanya saya ke sini untuk melihat secara langsung kondisinya dan memastikan agar ditangani dengan baik,” ujar Khenoki Waruwu.

Dia menegaskan kepada tenaga medis agar merawat bayi tersebut dengan baik sampai kondisinya sehat.

Khenoki juga mengatakan seluruh biaya selama dirawat di Puskesmas ditanggung pemerintah.

“Ditangani dan dirawat sampai sehat. Seluruh biaya ditanggung pemerintah,” kata Khenoki.

Ia juga telah mengimbau ASN Pemkab Nias Barat agar menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu memudahkan beban orang tua bayi tersebut selama proses pengobatan.

“Tadi saya telah mengimbau ASN agar mengulurkan tangan untuk membantu biaya pengobatan anak ini,”.ujarnya.

Sebelumnya, Sabahati Gulo melaporkan seorang bayi bernama Dea Sofia Waruwu, umur 6 bulan, jenis kelamin perempuan, berat badan 2,5 kg, sedang dirawat di Puskesmas Mandrehe karena menderita gizi buruk.[br]

"Orang tua (ayah) bayi tersebut berasal dari Desa Helefanikha, Kecamatan Onohazumba, Kabupaten Nias Selatan. Sementara ibunya berasal dari Desa Hiliwalo’o I, Mandrehe, berdomisili dan berkerja di PT Torganda.

Karena Dea Sofia sakit-sakitan, akhirnya dibawa pulang ke Nias dan sempat diobati secara tradisional di Desa Hiliwalo’o I.

Karena kondisinya semakin buruk, bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Mandrehe, untuk mendapatkan pengobatan.

"Dalam waktu 4 hari setelah Dea Sofia Waruwu dirawat, berat badannya naik 3 ons. Selama perawatan biaya pengobatan, susu dan biaya 2 orang pendamping ditanggung Pemkab Nias Barat," katanya. (*)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Martabe

Labuhanbatu, Labusel, Labura dan Daerah Lain di Sumut Berpotensi Longsor Januari 2026, Warga Diminta Waspada

Martabe

Pemkab Nias Barat Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Sabun Padat dan Sakrament Wine

Martabe

Seleksi JPT Pratama di Nias Barat Mulai Digelar

Martabe

DWP Nias Barat Berbagi Paket Gizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Martabe

Jalan Penghubung Tiga Kabupaten di Nias Longsor, Aktivitas Warga Terganggu

Martabe

Bupati Nias Barat Imbau OPD Optimalkan Anggaran untuk Pelayanan Publik