Nias (SIB)
Sokhiatulo Laoli MM, Dewan Pembina Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), menyayangkan tiadanya pemuda asal Nias yang memanfaatkan program Apkasi beasiswa kuliah ke Beijing.
Saat dihubungi Minggu (11/9), Sokhiatulo menjelaskan, informasi program beasiswa ke Beijing sebelumnya telah diinformasikan kepada warga dan melalui pemerintah daerah.
Namun dikatakan, hingga tenggat waktu yang ditentukan, tidak ada anak muda Kepulauan Nias yang mendaftarkan diri, padahal program ini sangat baik dalam persiapan SDM generasi muda.
"Sangat disayangkan. Kalau misalnya pemerintah daerah di Kepulauan Nias tidak bisa membantu, tadinya kami berharap warga mendaftar secara perorangan" jelas mantan bupati Nias dua periode ini.
Memanfaatkan peluang ini kata Sokhiatulo tidaklah susah. Hanya mempersiapkan biaya keperluan awal sekitar Rp 20 juta di luar paspor, kemudian calon mahasiswa mengikuti kursus bahasa asing secara online.
Jika persiapan rampung, berangkat ke Beijing mengikuti perkuliahan. Biaya pendidikan gratis dan mahasiswa akan menerima bantuan biaya hidup sekitar Rp 6 juta per bulan.
Sementara diterangkan, meski warga Nias nihil pada program beasiswa, beberapa anak muda dari Kabupaten Dairi dan Batubara memanfaatkan peluang baik ini.
"Jadi utuk tahun ini sudah selesai penjaringan. Kedepan kami akan kembali membuka beasiswa dengan jangkauan negara lebih luas, semoga warga Nias nantinya dapat memanfaatkan kesempatan ini dalam mencetak generasi handal," urai Sokhiatulo Laoli. (A19/a)