Siborna (SIB)
Daerah Irigasi Siborna yang mengairi sekitar 420 hektare lahan pertanian masyarakat Nagori Siborna, Nauli Baru dan Bahliran Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun longsor dan dikhawatirkan lahan akan beralih fungsi dari sawah menjadi tanaman keras.
Hal tersebut diungkapkan sejumlah masyarakat Bernad Simanjuntak, S Sinaga dan A Saragih kepada SIB, Sabtu (24/9).
Bernad menuturkan kondisi irigasi longsor ini sudah kedua kalinya terjadi.
Namun sebelumnya masyarakat masih mampu menanggulanginya dengan bergotongroyong menyusun karung yang berisi tanah.
Menurutnya, kalau ini tidak segera ditangani, ratusan hektare lahan persawahan akan beralih dari padi ke tanaman keras.
Karena pasokan air untuk memenuhi kebutuhan padi berkurang, katanya.
Senada dikatakan Sinaga, irigasi ini sangat vital bagi masyarakat di tiga nagori. Karena ini satu-satunya irigasi yang mengairi ratusan hektar lahan persawahan. “Jadi memang ini sangat urgent bagi para petani”, katanya.
Sementara P2P (penjaga pintu air) daerah irigasi Siborna Sakkot Siahaan mengatakan pihaknya sudah melaporkan kondisi ini ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Simalungun.
Bahkan kata dia, irigasi ini sudah diukur untuk segera diperbaiki.
"Kalau sesuai informasi dari dinas antara bulan Oktober atau Novembee mendatang," katanya. (D10/c)