Binjai (SIB)
Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan angka stunting hingga menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang. Sebagai ketua pelaksana program tersebut, BKKBN ingin mengupayakan pencegahan stunting sejak dini yakni sebelum terjadinya pernikahan.
Salah satunya melalui Promosi dan KIE Pencegahan Stunting Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR-RI yang diwakili H. Ansory Siregar LC di Gedung BLK Sahabat Qur'an Jalan Dr Wahidin Gang Pacet Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara, Selasa (25/10).
Demikian disampaikan Kepala Sub Koordinator Advokasi KIE Yusrodi Rangkuti SSos kepada wartawan, Rabu (26/10) di Medan.
Dijelaskan, Anggota Komisi IX H Ansory Siregar LC bersama BKKBN Sumut mengajak masyarakat Kota Binjai untuk ikut mencegah stunting sejak dini. Terutama dalam menghadapi bonus demografi mendatang, mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh adalah tugas bersama.
Hal senada juga disampaikan Dra. Lucy Destriati selaku Koordinator Bidang KSPK BKKBN Sumut. "Perlu diingat mari saling memperhatikan terutama anak remaja kita. Jauhi pernikahan dini, seks bebas, dan narkoba karena hal tersebut sangat beresiko terhadap kelahiran anak stunting. Masih ada kesempatan untuk mencegah stunting sejak sebelum menikah," tuturnya.
Kegiatan ini dihadiri Fitriyani, A.Md selaku sekretaris FPKS DPRD Binjai, tokoh masyarakat, serta 250 peserta yang merupakan masyarakat Kota Binjai. Melalui kegiatan Promosi dan KIE tersebut diharapkan masyarakat Binjai mengetahui cara pencegahan stunting sejak dini. (A3/c)