Ringankan Penderitaan Masyarakat, UKI Bersama Ditjen Diktiristek RI Pengabdian Masyarakat ke Cianjur

Redaksi - Rabu, 14 Desember 2022 19:57 WIB
(Foto: Dok/UKI)
Foto Bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat UKI dalam Program Kick Off Kampung Cekattan (Cepat Tanggap Kolaboratif untuk Bangkit dan Tangguh) yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi RI di Cianjur, Jaw

Jakarta (SIB)

Sebagai penguatan kontribusi tridharma perguruan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi RI (Diktiristek) bersama 73 perguruan tinggi menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan berpartisipasi pada program Kick Off Kampung Cekattan (Cepat Tanggap Kolaboratif untuk Bangkit dan Tangguh) di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (13/12).

Seperti diketahui, gempa tektonik bermagnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat, pada (21/11) telah menelan lebih dari 600 korban jiwa.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi RI Prof Ir Nizam MSc DIC PhD menjelaskan, Ditjen Diktiristek bersama perguruan tinggi melakukan penanggulangan dan pemulihan gempa di Cianjur.

Kegiatan ini bertujuan sebagai penanggulangan gempa bumi dalam masa transisi darurat.

“Kami berkontribusi selama masa tanggap darurat di Cianjur. Program Kick Off Kampung Cekattan juga memberikan bantuan kepada siswa sekolah dasar yang terdampak gempa cianjur. Kami mengalokasikan pendanaan untuk program pembangunan maupun pemulihan kondisi di Cianjur. Sasarannya di 6 kecamatan dan 18 desa,” ujar Prof Nizam, dalam keterangannya, pada pembukaan Kick Off Kampung Cekattan di Cianjur.

Menurut Nizam, dalam penanganan bencana, ada tahap tanggap darurat yaitu proses bantuan logistik, sandang, pangan, air bersih dan pengelolaan sampah, dan kesehatan yang menjadi kunci utama.

Perguruan tinggi membantu masyarakat melakukan tanggap darurat tersebut sehingga mengurangi korban lanjutan dan mempercepat pemulihan.

“Tahap pemulihan selanjutnya dilakukan trauma healing, menyiapkan hunian sementara dan tetap serta hunian yang nyaman. Maka perlu dibangun suasana lingkungan yang menguatkan dan menghibur. Perguruan Tinggi menghadirkan suasana kegembiraan untuk anak-anak dengan melakukan trauma healing kepada anak-anak. Mahasiswa juga perlu untuk mendampingi siswa bersekolah,” ujarnya.

Selanjutnya tahap rehabilitasi, yaitu membangun kembali lebih baik dari kondisi sebelum gempa. Bersama pemda membuat perencanaan tata ruang yang baik.

Universitas Kristen Indonesia (UKI) turut serta membantu masyarakat Cianjur untuk pulih kembali dan lebih tangguh.

Wakil Rektor UKI bidang Akademik dan Inovasi Dr Hulman Panjaitan SH MH, bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat UKI terjun langsung memberikan bantuan bagi masyarakat di Cianjur.

“Untuk membantu saudara-saudara kita di Cianjur, kami melakukan kesigapan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan berbagai bantuan program Tanggap Darurat Bencana untuk Korban Gempa di Cianjur. Kami bergotong royong meringankan penderitaan masyarakat Cianjur,” imbuh Hulman.

Sementara Akademisi UKI Dr Lamhot Naibaho MPd bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat UKI berada di di Kampung Tugu, RW 03 Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Cianjur, pada tanggal 13-15 Desember 2022.

“Kami memberikan obat-obatan dan vitamin, susu dan roti untuk balita. Lalu empat tenda belajar, karpet dan peralatan belajar darurat serta bingkisan untuk anak-anak. Kami berada di Kampung Tugu, Cianjur di posko 8 ada 5 tenda. Saat ini tenda pertama dengan jumlah KK 170, tenda kedua jumlah KK 70 keluarga, tenda ketiga dengan jumlah KK ada 25, tenda keempat digunakan untuk belajar, tenda kelima terdiri dari 3 keluarga. Saat ini ada 3 kelompok pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat. Prodi Keperawatan dan Fakultas Kedokteran UKI melakukan pelayanan kesehatan pengukuran antropometri kepada anak-anak,” ujar Lamhot.

Selain itu, UKI berkontribusi dalam pembuatan satu sumur penghasil air bersi dan 2 MCK. Program trauma healing dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) secara khusus Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Prodi Pendidikan Kimia yang memberikan layanan belajar dan bermain bersama anak-anak yang keluarganya menjadi korban bencana Cianjur. (SS24/c)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Martabe

Sejarah Baru, Prof. Angel Damayanti Rektor Perempuan Pertama UKI

Martabe

GARANSI Dideklarasikan, Fokus Reformasi Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Martabe

Seminar Nasional Mengangkat Warisaan Prof Midian Sirait, Langkah Menuju Pahlawan Nasional

Martabe

4 Pernyataan Sikap Rektor UKI Jakarta Jelang Pemilu 2024

Martabe

Gelar 70 Orasi Ilmiah Nonstop Terlama, UKI Diganjar Rekor Dunia MURI

Martabe

Berbekal Keterampilan, Robin Simarmata Buka Usaha Ukir Kayu Sendiri