Silaulaut (SIB)
Diperkirakan seratusan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, mendarat di Desa Silo Baru Asahan, Sabtu (17/12) tengah hari.
Kepulangan mereka menumpang kapal Tongkang, lewat jalur laut secara ilegal.
Eri warga Desa Silo Baru, Tekong (Nakhoda) sebagai pelangsir PMI, dari perbatasan perairan Malaysia ke Desa Silo Baru kerap bersembunyi usai menaikkan PMI di Blok III Desa Silo Baru.
Ironis, kedatangan PMI tanpa sepengetahuan petugas atau Babinsa yang bertugas di Desa Silo Baru.
Akibatnya puluhan isi koper milik PMI tak diperiksa isinya.
Samsuri warga Blok III Silo Baru mengkhawatirkan, kalau puluhan koper milik PMI tersebut ada membawa narkoba.
"Kepulangan mereka ke Indonesia, itu sah-sah saja.
Meski begitu, petugas hendaknya bisa melakukan pemeriksaan isi tas atau koper PMI.
Karena siapapun tidak bisa menjamin, isi koper yang dibawa PMI dari Malaysia.
Diharapkan kepada Babinsa, agar siap di Desa Silo Baru, untuk pemeriksaan kalau ada eks PMI ilegal yang pulang.
Arifin Sitorus warga Desa Silo Bonto, menyebut, Desa Solo Baru, kerap menjadi tangkahan, naiknya PMI ilegal yang pulang dari Malysia.
Bahkan lanjut Arifin, masyarakat setempat siap jadi ojek, menghantar PMI sampai ke kota Kisaran dengan ongkos ojek Rp 300 ribu/orang.
Tekong pelangsir, tidak takut dengan petugas, lantaran, PMI itu pulang ke negaranya, kata Arifin.
Kepala Desa Silo Baru Ahmad Sopyan, dihubungi melalui telepon, membenarkan, kepulangan PMI yang naik dari Desa Silo Baru.
“Kebetulan saya libur, baru saja ditelepon pak Kadus, tetapi saya tidak berada di Desa, saat kepulangan PMI”, kata Sopyan. (E11/c)