Pematangsiantar (SIB)Perayaan Maha Thiruvila digelar di Kuil Shri Mariamman Jalan Diponegoro No 21 B Kota Pematangsiantar, Minggu (16/7). Acara dihadiri, Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani SpA bersama rombongan.Pada kesempatan itu, Pinandita, Mitun Krisna didampingi Pinandita Murti dan Pinandita Minder, mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang tinggi kepada Wali Kota Pematangsiantar yang telah meringankan langkah dan berkenan hadir dalam Perayaan Maha Thiruvila di Kuil Shri Mariamman."Kami juga bangga melihat Kota Pematangsiantar yang selalu konsisten dalam kegiatan keagamaan, baik dari pemerintah daerah, Polri dan TNI serta organisasi masyarakatnya selalu mendukung. Kami juga sangat bangga dan salut di setiap kegiatan keagamaan umat Hindu dalam kepemimpinannya, dr Susanti Dewayani selalu meringankan langkahnya untuk hadir, meskipun begitu sibuk dengan kegiatan-kegiatan lainnya," kata Mitun.Saat menghadiri perayaan Maha Thiruvila, Wali Kota Pematangsiantar kagum, karena momen tersebut menunjukkan betapa rukun dan kuatnya hubungan silaturahmi antara umat beragama di Kota Pematangsiantar."Kegiatan ini sangat penting, bukan hanya bagi umat Hindu, namun juga bagi masyarakat luas dalam rangka meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai ibadah bagi kita. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong umat Hindu untuk mengisi jiwanya dengan nilai-nilai keimanan yang implementasinya dapat dilihat dalam pola tingkah laku sehari-hari," kata Susanti.Susanti berharap, acara tersebut dapat dimaknai sebagai simbol untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan antara umat Hindu dengan umat beragama lainnya di Kota Pematangsiantar.Dokter spesialis itu juga mengatakan, pentingnya menjaga kerukunan dan kesatuan umat, mengingat Kota Pematangsiantar terdiri dari beragam etnis, agama dan budaya."Jangan sampai terpecah-belah dan mudah terhasut oleh informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Mari kita saling menghormati antar pemeluk agama yang berbeda. Mari kita sikapi keberagaman dan perbedaan di antara kita secara arif dan bijaksana. Jangan sampai perbedaan di antara kita menjadikan perpecahan, tetapi jadikanlah perbedaan sebagai perekat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Sehingga Kota Pematangsiantar akan selalu terjaga kerukunannya, masyarakat hidup aman dan tenteram. Semoga ke depannya, hubungan antara umat beragama, termasuk umat Hindu dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar tetap terjalin dengan baik dan harmonis," harapnya.Menurut Susanti, perayaan Maha Thiruvila bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya untuk wisata religi. Sebab, tidak setiap saat kegiatan tersebut dilaksanakan. Hanya ada di waktu tertentu yang telah dijadwalkan. Sehingga, dapat menjadi promosi wisata Kota Pematangsiantar."Hal ini sejalan dengan keinginan kita, agar Kota Pematangsiantar tidak sekadar menjadi kota transit wisawatan yang hendak menuju Danau Toba, namun diharapkan menjadi destinasi. Seperti yang telah digaungkan, destinasi yes, transit no," tutupnya. (D8/a)