Tapanuli Utara (SIB)PT Toba Pulp Lestari (TPL) melakukan kegiatan panen perdana tanaman jagung program intercrop atau tumpang sari bersama mitra perusahaan untuk perkebunan kayu rakyat (PKR) di Desa Horisan Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara.Direktur TPL, Monang Simatupang hadir berpartisipasi dalam kegiatan itu bersama dengan Regional Manager Sektor Seathuraman, Sektor Manager Ronson Sianturi, Humas Sektor Jubpri Sibuea, Community Development Officer Jhonny Sitohang dan TPL Sektor Raja Maria Pasaribu serta perwakilan dari organisasi masyarakat, Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI).Panen perdana itu dilaksanakan untuk terus memperkuat pola kemitraan agar masyarakat sekitar merasakan manfaat positif dari kehadiran perusahaan penghasil pulp itu. Program Intercrop dilakukan sejalan dengan visi perusahaan yakni "Tumbuh dan berkembang bersama masyarakat".Program intercrop itu merupakan pola menanam tanaman yang berdampingan dengan pohon eukaliptus. TPL sendiri mengenalkan program Intercrop dan coba diinisiasi kepada mitra PKR dan Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan PT TPL. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas lahan sehingga petani bisa memperoleh tambahan penghasilan."Jagung yang dipanen perdana ini ditanam menggunakan metode Intercrop. Hal ini juga pembelajaran kepada petani, sekaligus mereka diajak mengimplementasikan pelatihan dan pendampingan yang telah diberikan. Program Intercrop ini diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat sekitar operasional dalam upaya mengoptimalisasikan lahan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," jelas Direktur TPL Monang Simatupang, Jumat (28/7).Rudi Parsaoran Manalu, selaku mitra PKR yang menjalin kerjasama dalam program Intercrop jagung tersebut mengatakan, sebelum metode tersebut diterapkan, petani diberi pelatihan dan pendampingan terlebih dulu.Program penanaman jagung dengan metode intercrop dilakukan hampir di seluruh kawasan sektor perusahaan. Saat ini program intercrop dilakukan di kawasan PKR, yaitu Compartement ZF 418 Sektor Aek Raja dengan luas total 2 Ha. Dari luasan tersebut, 1 Ha di antaranya digunakan untuk penanaman jagung dengan metode intercropping. (F3/a)