Samosir (SIB)
Seorang guru SMP Negeri 1 Sianjurmula-mula, Kabupaten Samosir yang membotaki rambut siswa kelas 8 berisinial JS hanya bagian atas kepala, sempat viral di Facebook. Peristiwa itu di-posting salah satu wali murid yang tidak senang dengan perbuatan oknom guru olahraga SMPN 1 yang dianggap arogan itu.
Menyikapi postingan Facebook itu, wartawan SIB mencoba menemui guru tersebut di sekolahnya, Selasa (5/9), namun guru tersebut tidak bisa ditemui. Pihak SMKN 1 Sianjurmula-mula yang ditemui mengatakan guru yang bersangkutan sedang mengikuti Diklat ke Pangururan.
SIB mencoba konfirmasi kepada wakil kepala sekolah. Pegawai di ruangan Tata Usaha SMKN 1 itu meminta SIB menunggu. "Tunggu ya pak, sebentar lagi bapak akan datang," kata salah satu pegawai bermarga Sinaga dengan sikap ramah.
Namun selama dua jam lebih ditunggu, wakil kepala sekolah tidak kunjung keluar menemui wartawan.
Selanjutnya SIB menemui wali murid yakni Irma Manalu ke rumahnya yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari sekolah tersebut di Desa Ginolat, Kecamatan Sianjurmula-mula. Irma Manalu menyatakan tidak terima dengan tindakan guru seperti itu karena merusak mental anak itu.
"Apalagi anak ini tidak punya orang tua lagi. Dia tinggal bersama kami semenjak neneknya meninggal. Di masa kecilnya dulu, dia hidup bersama neneknya di kampung ini. Setelah meninggal neneknya, dia tinggal bersama kami dan sudah saya anggap anak sendiri," kata Irma yang merupakan tantenya (inang uda)
Irma Manalu mengatakan, sehari setelah kejadian, JS terpaksa diantar ke sekolah karena merasa trauma. Ketika ditanya pihak keluarga kenapa tega membotaki rambut bagian atas kepala JS, guru bernama Jerry Tamba itu dengan santai mengaku tidak sengaja, seolah-olah tak bersalah.
Sementara siswa korban bernama JS kepada SIB mengaku takut kepada guru tersebut. "Kami ada delapan orang yang dipangkas dari 15 orang siswa laki-laki satu kelas, sedangkan tujuh orang lagi tidak dipangkas," cerita JS.
Sudah Berdamai
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemkab Samosir Jonson Gultom yang ditanya SIB tanggapannya soal arogansi guru tersebut menyatakan sangat menyayangkan kejadian itu.
"Saya sudah meminta kepada kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah ini, dan kepala sekolah sudah melakukannya. Guru wali murid sudah berdamai secara kekeluargaan. Saat ini guru sudah dalam pembinaan kepala sekolah. Saya sudah meminta kehadiran guru dan kepala sekolah di kantor dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga sebagai tindaklanjut," kata Jonson Gultom. (FSG/r)