Pematangsiantar (SIB)Dalam upaya mengendalikan inflasi di bulan Agustus 2023, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kota dan kabupaten di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, (Pematangsiantar Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan), melaksanakan monitoring harga, komoditas melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) maupun harga Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag).Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Muqorobin dalam siaran persnya yang diterima SIB, Sabtu (23/9). Pertemuan dengan pelaku pasar dan pedagang besar itu, untuk mengidentifikasi pola historis dan kondisi perkembangan harga, serta penjajakan pelaku usaha potensial Kerjasama Antar Daerah (KAD) bulan Agustus 2023 lalu dan melaksanakan pasar murah di delapan titik selama enam hari pada akhir Agustus 2023 lalu. Selain itu, pihaknya juga melakukan High Level Meeting (HLM).Menurutnya, bulan Agustus 2023 Kota Pematangsiantar mengalami deflasi sebesar -0,11 persen, yang didorong menurunnya harga daging ayam ras, seiring dengan terjaganya pasokan daging ayam ras sejak Juni hingga Agustus 2023.Berdasarkan hasil survey PIHPS, jumlah pasokan daging ayam ras secara bulanan juga turut meningkat sebesar 21,1 persen (mtm) dari 182,75 kuintal di bulan Juli 2023, menjadi 221,21 kuintal di bulan Agustus 2023.Dijelaskan, penurunan harga ikan tongkol dan bawang merah juga didorong pasokan yang terjaga kedua komoditas pangan tersebut. Realisasi deflasi di Kota Pematangsiantar tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi Provinsi Sumatera Utara yang mengalami deflasi sebesar -0,07 persen (mtmb) dan realisasi nasional yang mengalami deflasi sebesar 0,02 persen (mtm). (D3/d)