Karo (harianSIB.com)
Atap gedung Pusat Pasar Berastagi, Kabupaten Karo, kondisi jorok akibat dipenuhi sampah keranjang bekas dan rumput liar.
Menurut warga sekitar R Sinuhaji dan D Girsang kepada wartawan mengatakan, kondisi atap bangunan Pusat Pasar Berastagi ditumbuhi semak blukar dan penuh sampah keranjang bekas .
"Betul, atap pusat pasar ini sudah 2 tahun tidak dibersihkan. Memang beberapa bulan yang lalu ada yang pernah dibersihkan di dekat kantor Lurah TL Mulgap II," ungkap Sinuhaji.
Diakui, atas bangunan kiosnya tidak pernah dibersihkan. Padahal kalau hujan sedikit saja, barang - barang di kiosnya basah.
"Apa lagi hujan deras selama dua hari kemarin. Hampir setengah barang dagangan saya harus dikeluarkan," bebernya.
Sementara menurut D Tarigan, sampah yang berada di atas gedung Pusat Pasar Berastagi tidak diangkut oleh petugas kebersihan, maka kami sepakat tidak akan membayar kutipan retribusi kios yang dibagi setiap bulan.
"Pokoknya kami sederetan kios ini, sepakat, apabila dalam waktu dekat sampah tidak diangkat tumpukan dan rumput liar tidak dibersihkan, maka retribusi bulanan untuk kios tidak akan dibayar," tegas Tarigan.
Menurutnya, gedung bocor, sementara setiap bulan membayar retribusi sebesar Rp 60 ribu setiap bulan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo, Hendri Tarigan saat dimintai keterangannya melalui pesan Whatsapp, Kamis (16/11/2023) mengatakan, terimakasih informasinya, dalam waktu dekat, sampah dan rumput itu akan kami bersihkan.
"Saya mengimbau kepada pedagang maupun masyarakat di sekitar Pusat Pasar Berastagi supaya memperhatikan kebersihan di lingkungan kita dan jangan buang sampah sembarangan. Sampah yang ada di atas bangunan, dalam waktu dekat akan dibersihkan," ucap Hendrik. (*)