Teknologi Bedah Laparoskopi RSUD Porsea Diresmikan Bupati Toba

Redaksi - Selasa, 23 April 2024 18:52 WIB
(Foto SIB/Eduwart MT Sinaga)
Bupati Toba Poltak Sitorus bersama Direktur RSUD Porsea dr Tommy Candilala Siahaan MKM pada saat launching pelayanan bedah invasif, Senin (22/4). 
Toba (SIB)Pimpinan dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea terus meningkatkan pelayanan kesehatan melalui teknologi kesehatan yang lebih baru dan maju. Kini rumah sakit milik Pemkab Toba itu bisa melayani invasif dengan teknik bedah sayatan kecil dengan alat Laparaskopi.Pelayanan bedah invasif itu dilaunching atau diperkenalkan Bupati Toba Poltak Sitorus bersama Direktur RSUD Porsea dr Tommy Candilala Siahaan MKM, Selasa (22/4).Direktur RSUD Porsea dr Tommy Candilala Siahaan menjelaskan, efektivitas layanan kesehatan laparoskopi sangat berbeda dengan layanan konvensional."Laparoskopi adalah tindakan bedah yang minimal pasif. Apa saja yang bisa dilakukan dalam tindakan itu, yang pertama bisa mengoperasi apendik, kedua kantong empedu dan juga hernia. Bisa juga pendukung diagnostik karena bisa diteropong sehingga menegakkan diagnosa," jelas Tommy usai peresmian.Perbedaan operasi laparoskopi dengan bedah konvensional, terang Tommy, di antaranya, membuat dengan sayatan kecil, hanya dengan tiga titik sudah bisa mengangkat masa yang ada di dalam perut serta mengurangi perdarahan. Sementara secara konvensional harus membuka sayatan di perut sehingga banyak perdarahan."Dilihat dari masa pemulihan, laparoskopi cukup hanya dirawat dua hari saja di rumah sakit dan pemulihan cuma satu minggu dan bisa beraktivitas normal kembali. Kalau konvensional memungkinkan untuk dirawat empat sampai lima hari. Masa pemulihan bisa sampai delapan minggu baru bisa beraktivitas normal. Layanan laparoskopi memiliki nilai estetika karena hanya menggunakan tiga titik di perut,” beber dr Tommy..Sementara Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan apresiasinya atas kinerja dari Dinas Kesehatan bersama Direktur RSUD Porsea yang terus melakukan peningkatan di bidang pelayanan dan peralatan."Harapan kita ini diketahui oleh semua masyarakat se Tapanuli Raya ini ada pelayanan yang menurut saya sudah setaraf internasional. Jadi saya informasikan kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitar Danau Toba, kalau memerlukan operasi untuk batu empedu dan sebagainya supaya datanglah ke Toba," pungkasnya. (**)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Poltak Sitorus Tidak Hadiri Rapat Paripurna DPRD Tentang Akhir Masa Jabatan Bupati Toba

Martabe

Pasca Putusan MK, KPU Toba Tetapkan Pasangan Bupati-Wabup Terpilih

Martabe

Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Toba, Sesalkan Sikap Pemkab Terkait Kasus Penculikan Plt Kadis PUPR

Martabe

Perayaan Natal Oikumene Pemkab dan Masyarakat Toba Penuh Sukacita

Martabe

30 Orang Anggota DPRD Toba Periode 2024 - 2029 Dilantik

Martabe

BPS Toba Bantah Sumber Data Jumlah Wisatawan 2,08 Juta Tahun 2023, Dinilai Pembohongan Publik