Simalungun (harianSIB.com) Bupati Lira (Lumbung Informasi Rakyat) Simalungun, Hotman Petrus Simbolon menyesalkan belum berfungsinya
proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di
Desa Maligas Tongah, Kecamatan Tanahjawa,
Kabupaten Simalungun. Pasalnya, distribusi air bersih hingga saat ini tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga. Padahal, proyek tersebut telah selesai dikerjakan pada November 2023 atau sekira 7 bulan yang lalu. "Pembangunan SPAM di Maligas Tongah seperti tak memiliki konsep perencanaan yang matang," kata Hotman, Sabtu (4/5/2024). Sebagaimana diketahui, pengerjaan paket proyek SPAM di Maligas Tongah ditangani oleh Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara. Anggarannya dari APBD provinsi. Sejauh ini, proyek tersebut belum juga dinikmati masyarakat. Bahkan, warga setempat masih konsumsi air bersih dari sumur bor dan air tadah hujan. Sementara jumlah penduduk Maligas Tongah sekira 3.000 jiwa. Menurut Hotman, pemerintah provinsi sepatutnya melibatkan Pemkab Simalungun dalam penyusunan konsep perencanaan, penghitungan anggaran, rencana kerja agar pembangunan fisik dapat tuntas hingga dinikmati masyarakat. "Jika kita amati, pembangunan SPAM tersebut menjadi wewenang Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan, pemasangan pipa ke rumah-rumah warga menjadi wewenang PDAM Tirta Lihou Simalungun. Jadi, konsep ini sepertinya tidak satu pintu," ungkapnya. Menyikapi belum difungsikannya paket proyek SPAM tersebut, Hotman meminta Dinas PUPR Sumut dan Pemkab Simalungun dalam hal ini PDAM Tirta Lihou agar saling berkoordinasi untuk merealisasikan pendistribusian air bersih SPAM ke rumah-rumah warga. "Masyarakat kini sangat berharap percepatan mengalirnya air bersih melalui proyek SPAM. Sudah hampir 7 bulan selesai dikerjakan proyek tersebut, tapi pemasangan pipa ke rumah warga masih terkendala," urainya. Terpisah, Direktur Umum PDAM Tirta Lihou Simalungun Anthoni Damanik membenarkan pengerjaan paket proyek SPAM di Maligas Tongah ditangani oleh Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara. "Anggarannya dari APBD provinsi. Kita (PDAM Tirta Lihou) hanya mengusulkan. Sementara perencanaan dan pengerjaannya dari provinsi," kata Anthoni. Ditanya, apa kendala sehingga proyek SPAM tersebut belum difungsikan, Anthoni mengatakan karena pihak provinsi belum melakukan serah terima SPAM tersebut kepada Pemkab Simalungun. "Setelah serah terima nanti, baru dilakukan perencanaan untuk melakukan pemasangan pipa ke rumah-rumah warga. Kita juga menunggu turunnya dana Inpres dalam pemasangan pipa ke rumah warga," pungkasnya. (*)