Simalungun (harianSIB.com) Aksi
unjuk rasa di depan
Kantor KPU Simalungun nyaris bentrok, Rabu (22/5/2024). Situasi sempat tegang di saat mahasiswa ingin membakar ban.
Pantauan harianSIB.com, puluhan pemuda yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa Peduli Demokrasi membentangkan sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan KPU Simalungun selingkuh.
Selain orasi, pengunjuk rasa juga melemparkan telur dan menabur bunga. Kemudian, melakukan penyegelan terhadap pintu masuk kantor penyelenggara Pemilu tersebut.
SEGEL: Pengunjuk rasa menyegel pintu masuk Kantor KPU Simalungun, Rabu (22/5/2024). Segel tersebut bertuliskan "Gedung ini disita rakyat". (Foto: harianSIB.com/Jheslin M Girsang)"Ini bentuk kekecewaan kami atas matinya KPU
Simalungun," kata koordinator aksi, Andry Napitupulu. Aksi itu makin memanas di saat mahasiswa ingin membakar ban. Sejumlah petugas pengamanan merebut paksa ban yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa. Kedua pihak
nyaris bentrok.
Mahasiswa akhirnya membakar ban berjarak cukup jauh dari pintu masuk Kantor KPU Simalungun. Keributan tidak sempat melebar. Namun, kobaran api menimbulkan kepulan asap tebal.
Meski situasi sempat memanas, tak seorangpun Komisioner KPU mendatangi pengunjuk rasa. Kelompok mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (*)