Leidong (SIB News Network|SNN)Baru sekira 6 bulan selesai dibangun, kondisi jalan dan jembatan serta tembok penahan tanah berbiaya Rp 2,2 Miliar di
Tanjung Leidong, saat ini sudah mengalami kerusakan.
Amatan di lokasi, Minggu (2/6/2024), kerusakan terlihat pada bangunan jembatan yaitu di bagian sudut/siku jembatan yang mengalami retak-retak, memanjang di dua sisi jembatan.
Pada tembok penahan tanah juga mengalami retak-retak mulai dari atas jembatan hingga ke dasar (pondasi) jembatan. Retak-retak serupa juga terjadi di setiap sisi tembok penahan tanah. Kemudian pada badan jalan yang baru di aspal juga sudah mulai kupak kapik.
Dari keterangan yang dihimpun, proyek tersebut selesai dikerjakan pada akhir November 2023 lalu dan diresmikan oleh Bupati Labura.
Nama pekerjaan yakni perbaikan jalan dan jembatan serta tembok penahan tanah di Jalan Stadion menuju SMA N 1 Kualuh Leidong. Penanggung jawab proyek yaitu, Badan Penanggulangan Rencana Daerah Kabupaten Labura.
Sedangkan pelaksana proyek CV. Riris Hasiholan dengan nilai kontrak Rp2.299.700.000, yang bersumber dari APBD Pemkab Labura 2023.
Suandi Simbolon, warga yang juga pemerhati lingkungan setempat, menyayangkan kualitas dari pekerjaan proyek miliaran rupiah tersebut.
"Sayang sekali uang pemerintah miliaran rupiah digelontorkan untuk pembangunan ini, tapi hasilnya tidak bagus. Masih berusia 6 bulan dibangun, tapi sudah mengalami kerusakan," sesalnya.
Ia berharap, pemerintah dalam hal ini instansi terkait, Inspektorat dan aparatur negara lainnya dapat menindaklanjuti kondisi pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.
"Untuk Inspektorat, Kepolisian dan Kejaksaan dapat memeriksa pelaksana proyek ini. Sayang sekali anggaran negara yang digunakan untuk pembangunan ini, namun hasilnya sudah seperti ini," ucapnya. (*)