Medan (harianSIB.com)Longsor kini sangat mengancam keselamatan para pengendara yang melintasi jalan nasional di kawasan Lae Pondom Kabupaten Tanah Karo dan Kabupaten Dairi.
Pengamatan Jurnalis SIB News Network (SNN) di lokasi Senin (24/6/2024) lalu, setidaknya ada 4 titik longsor parah di sisi badan jalan nasional kawasan Lae Pondom yang diberi tanda dan dijaga beberapa warga pada siang hingga malam hari.
Warga yang jaga di lokasi itu bertindak mengatur buka tutup lalulintas karena badan jalan sudah menyempit, sekaligus minta sumbangan uang dari setiap pengendara yang melintas menggunakan jaring tanggok.
Terlihat banyak juga di antara pengemudi yang melintas memberi uang sumbangan, utamanya pengendara mobil pribadi dan truk. Beberapa pengemudi angkutan penumpang umum yang rutin melintasi jalan nasional di kawasan Lae Pondom menyebut, sudah menjadi pemandangan biasa bagi mereka keberadaan para 'peminta' uang dengan 'topeng' adanya sisi badan jalan yang longsor di kawasan Lae Pondom.
Sebab, nyaris tidak ada hari tanpa 'peminta' uang di kawasan itu akibat selalu ada badan jalan yang longsor. Apalagi di musim hujan seperti sekarang, bisa jadi titik sisi badan jalan yang longsor itu lebih dari satu.
Karena itu, kepada pemerintah, mereka meminta supaya segera mengambil langkah antisipasi dan perbaikan sebelum terjadi longsor yang lebih besar. Misalnya dengan membangun badan jalan yang lebih permanen di lokasi serta menjaganya dari tindakan-tindakan yang berpotensi mengakibatkan terjadinya longsor.
Sebab di lokasi selalu ada kegiatan mendinginkan ban-ban truk yang datang dari Aceh dan Dairi di sisi jalan menggunakan air gunung, membuat sekitar lokasi selalu ada genangan yang berpotensi menimbulkan terjadinya longsor. (**)