3 Kecamatan di Labuhanbatu Diperkirakan Alami Longsor Potensi Tinggi

Efran Simanjuntak - Rabu, 03 Juli 2024 20:35 WIB
Foto: Dok/BMKG
Peta perkiraan bahaya longsor wilayah Sumut pada Juli 2024.
Rantauprapat (harianSIB.com)Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika (Stageof) Kelas I Deliserdang, merilis peta perkiraan bahaya tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli 2024, Rabu (3/7/2024).

Dalam peta tersebut terdapat sejumlah wilayah daerah yang diperkirakan mengalami longsor dengan potensi rendah, potensi menengah dan potensi tinggi.

Dari sejumlah wilayah dimaksud, 3 kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu diperkirakan akan mengalami longsor dengan potensi tinggi.

Jurnalis SIB News Network (SNN) mengutip rilis Stageof Kelas I Deliserdang, ketiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bilah Barat, Rantau Utara dan Rantau Selatan. Kecamatan Bilah Barat juga diperkirakan mengalami longsor dengan potensi menengah.

Selain Labuhanbatu, wilayah dengan potensi longsor tinggi di bulan ini, antara lain Kabupaten Asahan, Labuhanbatu Utara, Padanglawas, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbanghasundutan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Serdangbedagai dan Toba.

Wilayah dengan potensi longsor menengah, yaitu Kabupaten Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbahas, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Madina, Nias Barat, Nias Selatan, Nias, Nias Utara, Palas, Paluta, Tapsel, Tapteng, Taput, Toba, Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Sergai dan Simalungun.

Wilayah dengan potensi longsor rendah, Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbahas, Karo, Labusel, Labura, Langkat, Madina, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Palas, Paluta, Samosir, Simalungun, Tapsel, Tapteng, Taput, dan Toba.

Dikutip dari berbagai sumber, faktor hujan yang berlebih, gempa bumi, perubahan penggunaan lahan atau aktivitas manusia, dapat memicu terjadinya longsor.

Tanah yang bergeser menyebabkan erosi dan kemudian terjadi longsor. Erosi merupakan pengikisan tanah yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus lereng tanah. Air yang menggerus lereng-lereng tanah akhirnya bertambah curam dan menjadi penyebab longsor.

Tanah longsor juga dapat disebabkan oleh kondisi biologi, seperti kemiringan lapisan tanah, batuan lapuk, gempa bumi dan lainnya. Getaran yang dihasilkan gempa bumi, lalulintas kendaraan, getaran mesin dan sebagainya juga memicu longsor.

Longsor potensi tinggi dapat menimbulkan kerugian besar, dalam hal kerusakan lingkungan maupun korban jiwa. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor. (**)

Editor
: Donna Hutagalung

Tag:

Berita Terkait

Martabe

Suhu Capai 36 Derajat, Medan Dilanda Cuaca Panas Ekstrem

Martabe

Bupati Labuhanbatu Lepas Tim Poslab ke Liga 4 Perebutkan Piala Gubernur Sumut

Martabe

Polres Labuhanbatu Amankan Arus Balik Idul Fitri di Dermaga Labuhanbilik

Martabe

Arus Balik Jalinsum Labuhanbatu Padat, Polisi Imbau Pemudik Tertib

Martabe

H +3 Lebaran, Kendaraan Roda Empat Padati Jalinsum Aekkanopan

Martabe

Tekan Kriminalitas saat Idul Fitri, Tim Samapta Polres Labuhanbatu Patroli di Pasar dan Titik-titik Rawan