Mandailing Natal (harianSIB.com)Jal Saragi Staf
PPK XXIII
PUPR Provinsi
Sumut mengimbau agar truk yang bertonase 25 ton ke atas tidak melintas sementara di Jembatan
Muara Sipongi Jalur Lintas Sumatera (
Jalinsum) di Kecamatan
Muara Sipongi, Kabupaten
Mandailing Natal karena sedang dalam pembangunan secara total.
"Saat ini sedang dilakukan pembangunan menyeluruh, karena besi pondasi jembatan sudah rusak, tidak layak lagi dilintasi karena sudah tua. Karena itu akan dibangun secara total," kata Jal Saragi kepada jurnalis SIB News Network (SNN), Jumat (9/8/2024) di Medan.
Dijelaskan, dalam pembangunan jembatan jalan nasional di Mandailing Natal itu agar lalu lintas tetap berjalan lancar, pihak pelaksana sudah membangun jembatan alternatif di samping jembatan yang dibangun tersebut. "Karena sedang dalam pembangunan, maka arus lalu lintas akan terganggu, kami meminta maaf kepada pengguna jalan untuk bersabar demi keselamatan pengendara," harapnya.
Dia berharap dengan adanya publikasi di media massa pengguna jalan dapat mengetahuinya dan dapatmencari jalan alternatif lain. "Bisa melalui lintas Barat dari Panti ke Pasaman Barat tembus ke Jembatan Merah Mandailing Natal atau lintas Timur Pekanbaru," katanya.
Terkait pembangunan Jembatan Muara Sipongi itu Muspika Muara Sipongi dan pelaksana proyek sudah melaksanakan sosialisasi rekayasa lalu lintas. Sehingga sebagian pengguna jalan sudah mengetahui pembangunan jembatan tersebut.
Ia menambahkan, pembangunan
jembatan type A itu bersumber dari dana APBN dengan nilai anggaran Rp 9.535.263.800. Lebar
jembatan dengan rangka keseluruhan 11,2 meter, panjang 45 meter dan waktu pelaksanaannya dimulai 4 April sampai 22 Desember 2024 dan ditargetkan akan rampung 100 persen," terangnya.Seperti diketahui, jalur jalan lintas Sumatera terdapat di
Muara Sipongi merupakan bagian dari jalan raya lintas tengah yang melintasi beberapa Provinsi di Pulau Sumatera, termasuk Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di Kabupaten
Mandailing Natal, jalur jalan melewati Panyabungan, Kotanopan dan
Muara Sipongi. (**)