Sergai (harianSIB.com)Dua Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menggagas inovasi bagian dari aksi perubahan dalam mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan ke III tahun 2024 di Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Hukum Administrasi Negara, Lembaga Administrasi Negara.
Dua aplikasi yang digagas Kabid Pembinaan SD Ramnah Sinaga SPd MPd dan Kabid Pembinaan SMP Maryam SE MPd yakni, aplikasi 'SIAP Ijazah" dan "Si Mutia Online" jenjang SD dan SMP.
Aplikasi 'SIAP Ijazah" adalah sistim aplikasi penggantian Ijazah merupakan solusi optimalisasi layanan penerbitan surat keterangan pengganti ijazah rusak/hilang jenjang SD dan SMP. Sedangkan "Si Mutia Online" yakni optimalisasi layanan Sistim Mutasi Siswa dengan sistem online.
Sekretaris
Disdik Sergai, Agus Salim Berutu bersama Ketua Dewan Pendidikan H Sayutinur dan para Kabid, Korwil, serta stakeholder menyatakan mendukung penuh inovasi
SIAP Ijazah dan Si Mutia Obline, Rabu (11/9/2024). (Foto Dok/
Disdik Sergai)Penggunaan kedua inovasi ini dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) eksternal yang digelar di Aula
Disdik Sergai, Seirampah, Rabu (11/9/2024).
Rakor dihadiri Kadisdik Sergai Suwanto Nasution diwakili Sekretaris Agus Salim Berutu, sejumlah Kabid Disdik Sergai, Ketua Dewan Pendidikan Sergai H Sayutinur MPd, para Korwil Disdik kecamatan, kepala sekolah, penyelenggara PKBM, serta sejumlah stakeholder pendidikan di Sergai.
Kabid Pembinaan SD Ramnah Sinaga dan Kabid Pembinaan SMP Maryam dalam pemaparannya menyampaikan aksi perubahan yang mereka lakukan inovasi pelayanan yang simpel dan sangat membantu di kalangan masyarakat, baik dari segi efisiensi waktu dan biaya.
"Sebagai langkah lanjut, maka lahirlah sistem aplikasi SIAP Ijazah, dan juga Si Mutia Online jenjang SD dan SMP. Dua aplikasi yang akan diterapkan di Dinas Pendidikan Sergai akan dilaunching dalam waktu dekat, yang diharapkan dapat lebih memudahkan melayani masyarakat, memutus mata rantai pungli dan gratifikasi, serta hemat waktu, dan biaya," sebut Ramnah Sinaga.
Editor
: Bantors Sihombing