Simalungun (harianSIB.com) Petani berharap, siapa pun pemenang
Pilkada Simalungun agar membentuk
program asuransi pertanian. Tujuannya, untuk menanggulangi
kerugian petani jika terjadi
gagal panen.
Hal tersebut dikatakan Ketua Kelompok Tani Juma Bolon Edwin ST, Sabtu (12/10/2024) di Saribudolok Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun.
"Program itu sangat bagus untuk membantu petani. Hal itu juga merupakan sistem pertanian modern untuk mengantisipasi resiko kerugian terhadap petani," katanya.
Edwin menyarankan, dalam menjalankan program itu, Pemkab menjalin kerjasama dengan pihak ketiga dan Pemkab juga menyediakan anggaran dari APBD untuk keperluan subsidi klaim asuransi itu.
"Jadi, kalau program itu sudah ada, maka petani akan membayar premi, misalnya Rp 50.000 tiap musim tanam. Setelah premi dibayarkan, maka dikeluarkan polis yang berlaku selama satu musim tanaman (3 atau 4 bulan)," terangnya.
Jadi, tambahnya, kalau terjadi gagal panen setelah diteliti atau ditinjau pihak yang menjalankan asuransi dalam satu musim tanam, maka petani akan mengklaim asuransi itu, misalnya senilai Rp 7 juta per hektar.
"Tapi, kalau tidak terjadi gagal panen, premi yang dibayar petani itu hangus. Jadi, melalui asuransi itu Pemkab bisa membantu petani jika mengalami kerugian akibat bencana alam atau gagal panen akibat serangan hama," imbuhnya. (**)