Karo (harianSIB.com)Bencana
longsor yang terjadi di kawasan
Sibolangit,
Kabupaten Deli Serdang, Selasa (26/11/2024), memberikan dampak signifikan terhadap
perekonomian Kabupaten Karo. Bencana ini menyebabkan
kunjungan wisatawan ke Berastagi menurun drastis, diikuti dengan
tingkat hunian hotel yang anjlok.
Kejadian ini dipicu lumpuhnya arus lalu lintas di jalur utama penghubung Medan-Berastagi. Jalur tersebut bahkan sempat ditutup total selama beberapa hari sejak Jumat (29/11/2024). Setelah proses pembersihan material longsor selesai, akses jalan Medan-Berastagi, baru dibuka kembali pada Senin (2/12/2024).
Usaha Pedagang Buah Terpukul Dampak longsor sangat dirasakan oleh pelaku usaha, khususnya pedagang buah dan pegiat perhotelan. Pada akhir pekan pertama bulan Desember, suasana wisata di Kota Berastagi tampak lesu.
Pantauan jurnalis SIB News Network (SNN), di Pusat Pasar Buah Berastagi, Senin (2/12/2024), menunjukkan kondisi pasar yang biasanya ramai oleh wisatawan terlihat sepi pengunjung.
"Longsor di Sibolangit parah sekali. Pengunjung sepi di Pasar Buah Berastagi. Akibatnya, banyak buah dagangan kami yang membusuk karena tidak terjual. Kami mengalami kerugian besar," ungkap Rina br Purba (52), salah satu pedagang buah di Berastagi.
Hal senada disampaikan Elfrina br Hasibuan (61), pedagang lainnya, yang bahkan terpaksa menutup usahanya sementara.
"Dua hari saya tutup karena tidak ada pembeli," keluh Elfrina.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera menangani kawasan rawan longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, terutama di area PDAM Tirtanadi.
"Penghijauan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang," tambahnya.
Tingkat Hunian Hotel Merosot Dampak longsor juga dirasakan oleh sektor perhotelan. Tingkat hunian sejumlah penginapan di Berastagi mengalami penurunan drastis.
Syahriadi, Executive Assistant Manager Hotel Sinabung, menyebutkan tingkat hunian hotelnya turun hingga 35 persen.
"Untungnya, kami masih mendapat tamu dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Langkat yang memesan 50 kamar sebelumnya. Mereka datang melalui jalur Medan-Siantar," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sekitar 90 persen pesanan kamar lainnya dibatalkan akibat penutupan jalur Medan-Berastagi.
Pelaku usaha berharap langkah konkret dari pemerintah untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang. Penanganan kawasan rawan longsor serta upaya penghijauan dinilai sebagai solusi utama agar kunjungan wisata ke Berastagi kembali normal. (*)