Pematangsiantar (harianSIB.com)Kaum perempuan memiliki hak untuk menduduki suatu jabatan di semua bidang termasuk dalam kepemimpinan di organisasi gereja. Perempuan harus diberikan kesempatan dalam memimpin sebuah organisasi.Tujuan lainnya adalah ingin memajukan pelayanan di HKBP
Inilah yang mendasari Pdt Debora Purada Sinaga MTh mencalonkan sebagai calon Sekretaris Jenderal HKBP pada Sinode Godang HKBP Ke-67 di Seminarium Sipoholon Tahun 2024. .
"Saya yakin kaum perempuan mampu memimpin dan berkualitas. Juga dapat mengelola, bekerjasama dengan laki-laki. Juga berkomunikasi, bermuara dengan jemaat, Guru huria, penetua, pendeta dan stakeholder lainnya," ungkap Pdt Debora Purada Sinaga MTh kepada wartawan SIB News Network melalui telepon, Rabu (4/12/2024)
Kualitas wanita yang sudah 16 tahun sebagai pendeta bisa dibilang tidak diragukan. Dirinya pernah menjadi praeses perempuan pertama di HKBP selama dua periode. Dan juga dua periode menjabat sebagai Kepala Departemen Diakonia HKBP.
"Untuk menjadi praeses dan Kepala Departemen Diakonia HKBP dibutuhkan kualitas," terangnya.
Terkait dengan sistem sentralisasi keuangan yang diterapkan di HKBP, menurutnya tidak bisa hanya mengandalkan persembahan tetapi juga harus berupaya dalam peningkatan usaha-usaha di HKBP.
Misalnya bagaimana penggunaan aset yang harus dikelola dengan baik agar dapat menopang sentralisasi keuangan di HKBP.
Juga untuk mendukung berjalannya organisasi dengan baik haruslah memiliki big data yang nantinya mampu mengetahui bagaimana keadaan jemaat dan juga para pelayan yang beraneka ragam mulai dari guru huria, biblevro, diakones penetua dan pendeta.
"Hal yang terpenting adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) HKBP yang besar ini kiranya dapat dikelola dengan lebih baik lagi. Perlunya pembenahan melalui peningkatan pendidikan mengingat pendidikan itu jendela menuju dunia," jelasnya. Namun yang paling utama adalah penempatan orang yang tepat.
Juga nantinya mampu bertransformasi sesuai dengan visi dan misi HKBP yakni menjadi berkat bagi dunia. (*)