Simalungun (harianSIB.com)Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas
Pelabuhan Penyeberangan (
KSOPP)
Danau Toba,
Rijaya Simarmata, Minggu (29/12/2024), meminta pengelola kapal penyeberangan percepat jam operasi guna mengantisipasi lonjakan kendaraan ke
Samosir.
Menurutnya, percepatan jam operasi dan percepatan pelayaran saat ini sangat dibutuhkan untuk mengurai kepadatan kendaraan di pelabuhan penyeberangan.
Karena itu, pengelola kapal penyeberangan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba diminta agar mengambil langkah-langkah dan kebijakan demi kelancaran penyeberangan dan kenyamanan pengguna jasa.
Rijaya juga mengaku telah melakukan pemantauan langsung pergerakan penumpang dan kendaraan di sejumlah pelabuhan dan lintas Ajibata-Ambarita, Tigaras-Simanindo dan Ajibata-Tomok. Titik krusial diperkirakan terjadi 30 Desember 2024.
KSOPP menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan berbagai langkah antisipasi yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan yang diprediksi bakal terjadi.
Rijaya menegaskan, pihaknya ingin memastikan semua persiapan berjalan dengan baik, baik dari sisi fasilitas, ketersediaan armada kapal, maupun pengelolaan arus penumpang dan kendaraan harus berjalan dengan baik.
Sementara itu, anggota DPRD Sumatera Utara Gusmiyadi menekankan agar operator kapal penyeberangan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jasa maupun wisatawan.
"Operator kapal penyeberangan di KSPN Danau Toba juga harus bekerja keras untuk melayani masyarakat yang akan menyeberang. Namun, harus tetap mengutamakan keselamatan pelayaran,"ujar Gusmiyadi.
Dia pun mengingatkan agar mengantisipasi cuaca ekstrim yang berpotensi memengaruhi kondisi operasional kapal. Masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan disarankan membeli tiket online untuk menghindari kepadatan di pelabuhan. (*)