Tanjungbalai (harianSIB.com)Untuk mengenang
pertempuran Laut Aru yang terjadi pada 15 Januari 1962 lalu,
Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan (Lanal TBA) menggelar upacara peringatan
Hari Dharma Samudera, sebagai bagian dari sejarah heroik dalam mempertahankan kedaulatan
NKRI.
Upacara dilaksanakan Rabu (15/1/2025), di Kabupaten Batubara dan Kabupaten Asahan. Di Batubara bertempat di dermaga C Pelindo Kuala Tanjung, dipimpin Danlanal TBA Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha, dihadiri Forkopimda, serta undangan dan personel Kapal Kal Pandang.
Pada upacara tersebut, Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha, didampingi Ketua Cabang 7 Korcab I DJAI, Ny. Fina Wido Dwi Nugraha, mengawali dengan tabur bunga di atas Kal. Pandang I-1-72 diikuti Forkopimda dan tamu undangan.
"Momen ini sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang gugur dalam pertempuran Laut Aru. Selain itu momen ini menggambarkan betapa pentingnya mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berkorban demi mempertahankan keutuhan NKRI," kata Danlanal.
Kemudian di waktu bersamaan di Asahan, tepatnya di Mako Lanal TBA juga dilaksanakan upacara memperingati hari Dharma Samudera yang dipimpin Palaksa Lanal TBA Mayor Laut (P) Ependi Sihombing.
Mewakili Danlanal TBA, Palaksa Mayor Ependi Sihombing menyampaikan amanat Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, yang berharap peringatan Hari Dharma Samudera dapat menginspirasi bangsa Indonesia untuk mengembalikan kejayaan sebagai bangsa pelaut.
"Peringatan Hari Samudera ini mengusung tema "Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional dan Modern". Mari kita kembalikan kejayaan Bangsa Indonesia sebagai bangsa pelaut, yang tak hanya tangguh dalam menjaga kedaulatan laut, tetapi juga unggul dalam memanfaatkan potensi kelautan untuk kemakmuran bangsa, serta sebagai bagian dari penghormatan," kata Palaksa. (*)