Tebingtinggi (harianSIB.com)Luapan air dari Sungai Bahilang dan Sungai Padang menggenangi 12 kelurahan dari 4 kecamatan di Tebingtinggi, Sabtu (18/1/2025).
Informasi yang diperoleh, genangan air mulai memasuki ribuan rumah warga sekitar pukul 01.30 WIB.
Kepala BPBD Tebingtinggi, Tora Daeng Masaro saat dikonfirmasi membenarkan sebanyak 12 kelurahan tergenang banjir akibat luapan air Sungai Bahilang dan Sungai Padang.
"Luapan ini disebabkan air dari hulu Sungai Padang yaitu Kabupaten Simalungun dan Serdangbedagai dan curah hujan tinggi di Kota Tebingtinggi," katanya.
Dijelaskan Tora, sebanyak 1.965 rumah yang tergenangi banjir yang tersebar di 12 kelurahan yakni Kecamatan Rambutan di Kelurahan Sri Padang dan Lalang sebanyak 75 rumah 300 korban jiwa.
Kecamatan Tebingtinggi Kota di Kelurahan Badak Bejuang, Bandar Utama, Pasar Baru, Pasar Gambir sebanyak 548 rumah, Kecamatan Padang Hilir Kelurahan Tambangan Hulu 17 rumah, Kecamatan Padang Hulu Kelurahan Pabatu, Persiakan, Tualang, Bandar Sono sebanyak 1353 rumah yang tergenang.
"Selain rumah, ada juga fasilitas umum seperti Pajak Bunga, Inpres, Pasar Gambir, Vihara dan Musholla yang terkena dampak luapan air sungai," ungkapnya. Lanjut Tora, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap debit air sungai serta koordinasi dengan BWSS II melalui PDA untuk mengetahui kondisi dan kenaikan debit air sungai mulai dari daerah hulu sampai ke daerah hilir Sungai Padang (Bendungan Bajayu).
"Untuk sementara penanganan banjir, pihak Kelurahan sudah membuat dapur umum. Semoga luapan secepatnya surut," tutupnya. (*)