Sidikalang (harianSIB.com)Badan jalan strategis jurusan Sidikalang-
Parongil digenangi air, persisnya di Dusun Kaban Dollong, Desa Kentara,
Kecamatan Lae Parira, Kabupaten
Dairi. Pengendara yang melintas, harus memilih bahu jalan saat melintas. Badan jalan tersebut sudah beberapa tahun belakangan ini rusak dan berlobang, sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Dairi, melalui Kepala Bidang Bina Marga Makaryos Sagala didampingi Sekretaris, Frianto Naibaho kepada Jurnalis SNN Kamis (30/1/2025) mengakui kerusakan badan jalan tersebut. Disebutkan Naibaho, beberapa warga dari berbagai desa yang melintasi jalan tersebut sudah menyampaikan keluhan.
"Benar, warga sudah lama mengeluhkan itu. Akan tetapi, badan jalan besar dan badan jalan strategis biasanya masuk prioritas, harus diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus. Kalau kekuatan kas daerah hanya sedikit, sehingga butuh waktu yang cukup lama," sebutnya.
Ditambahkannya, perbaikan jalan melalui kekuatan kas daerah tidak bisa sekaligus, karena panjang badan dan ruas jalan di Kabupaten Dairi sangat banyak. Diakuinya, pihaknya selalu berusaha mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke kementerian, mudah-mudahan dapat realisasi tahun mendatang.
"Mudah-mudahan realisasi. Mungkin tahun 2026 bisa diperbaiki. Tahun ini konsentrasi dengan pembangunan badan jalan Bunturaja, Kecamatan Siempat Nempu ke Sopo Butar Kecamatan Siempat Nempu Hilir," tambahnya.
Pantauan SNN, badan jalan yang menghubungkan Kecamatan Sidikalang, Kecamatan Berampu, Kecamatan Lae Parira dan Kecamatan Silima Pungga-pungga itu, sangat mendesak untuk perbaikan. Saat ini, kondisinya berlubang dan badan jalan sudah terkelupas dan digenangi air. (**)