Sibolga
(harianSIB.com)Melda Zega, seorang perempuan mengaku bahwa keluarganya telah menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta diduga kepada salah seorang oknum pemangku jabatan di Kota Sibolga, sebagai
mahar agar dirinya dapat bekerja di
pasar ikan modern yang dikelola oleh
Perusahaan Daerah Sibolga Nauli (PD SiNa).
Hal ini dikatakannya saat memberikan keterangan di akun Facebook @Rilas Sibolga. Perempuan yang disebut merupakan warga Aek Parombunan, Kota Sibolga, ini menceritakan alasan keluarganya sampai memberikan uang tunai sebesar Rp 15 juta tersebut karena ketertarikannya ingin bekerja sebagai karyawan BUMD di Pasar Ikan Modern (PIM) Sibolga.
"Awalnya saya ditawarkan bekerja di pasar modern. Kemudian saya memberitahukan kepada keluarga kalau saya ingin bekerja disana. Akhirnya, orangtua saya menjumpai pak Simanjuntak di Simare-mare dan meminta uang sebesar Rp 15 juta kepada orangtua saya," ungkapnya dalam video berdurasi lima menit.
Tergiur anaknya akan dipekerjakan di salah satu perusahaan daerah milik Pemko Sibolga, orangtua Melda kemudian menyanggupi memberikan uang.
"Kami menyerahkan uang itu kepada FM di Simaremare dan diserahkan kepada pak Simanjuntak," tegas Melda Zega.
Dikatakannya, setelah menyerahkan uang tunai, kemudian dirinya dipekerjakan sebagai petugas karcis masuk di Pelabuhan Lama Anggar Sibolga dengan gaji sebesar Rp. 1 juta per bulan.
"Awalnya saya dijanjikan diberi gaji Rp 1,2 juta, tapi saya terima Rp 1 juta" jelas Melda.
Namun, kata Melda Zega, dirinya hanya mampu bekerja selama dua bulan lamanya. Ia memilih berhenti dikarenakan gaji tak sesuai yang dijanjikan dan Surat Keputusan (SK) tak kunjung diterima. Perempuan muda ini pun kembali meminta agar orangtua mempertanyakan kejelasan statusnya sebagai honorer BUMD Sibolga tersebut.
"Keluargaku minta kembali uang dan pak Simanjuntak berjanji akan mengembalikan dan menandatangani surat perjanjian," katanya sembari menunjukkan selembar kertas yang terbubuh tanda tangan diatas materai.