Palas
(harianSIB.com)Sehari sebelum bulan
Ramadan, Jumat (28/2/2025) siang. sekelompok ibu-ibu dari perkumpulan
Wirit Yasin Hutalombang, Kecamatan
Lubuk Barumun, membongkar dan membakar sebuah
tempat hiburan malam atau
kafe remang-remang.
Aksi tersebut dilakukan karena mereka merasa gerah dengan keberadaan kafe yang sebelumnya telah diperingatkan untuk ditutup.
Kafe tersebut diketahui menjual minuman keras (miras), mengeluarkan suara musik bising, dan diduga menjadi tempat praktik prostitusi serta transaksi narkoba.
Kafe remang-remang milik Kartini di Desa Hutalombang, dibongkar dan dibakar serta diberi garis polisi, Sabtu (1/3/2025). (Foto: SNN/Robert Nainggolan)"Satu bulan lalu, kami sudah memperingatkan pemilik usaha hiburan malam, Aspan dan Kartini, agar menutup serta membongkar kafe mereka. Polisi pun mengetahuinya," ujar seorang ibu, didampingi empat rekannya dari perkumpulan wirit yasin, Sabtu (1/3/2025) sore.Namun, menurutnya, aktivitas di kafe tersebut masih terlihat, dan suara musik kadang masih terdengar.
"Karena itu, semalam kami datang dan membongkarnya dengan harapan tempat maksiat ini tidak dibuka kembali," tambahnya.
Di sisi lain, Kartini Hasibuan, salah satu pemilik kafe, mengaku tempat hiburannya sudah tutup sejak awal 2025, setelah didatangi perkumpulan wirit yasin. Menurutnya, pihak kepolisian juga mengetahui usahanya telah berhenti beroperasi.
"Semalam, saat saya sedang marpangir (ritual membersihkan diri) sesuai tradisi daerah ini menjelang puasa, ibu-ibu dari perkumpulan wirit yasin datang membongkar rumah saya, serta membakar kafe yang sudah tutup sejak 2 Januari lalu," ungkap Kartini.