Simalungun
(harianSIB.com)Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun,
Resman Saragih menyatakan, sebanyak 277 unit rumah warga terdampak banjir bandang di
Kota Wisata Parapat.
"Pendataan terdampak banjir sudah final. Jumlah totalnya 277 unit rumah, 18 di antaranya rusak berat, sisanya rusak ringan dan sedang," kata Resman, Senin (17/03/2025).
Selain rumah warga, dampak banjir juga berimbas pada bangunan RSUD Parapat, Polsek Parapat serta kawasan perhotelan.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Simalungun mendirikan dapur umum di Jalan Anggarajim Parapat.
Dalam proses pembersihan, BPBD menurunkan sejumlah alat berat, mobil pemadam kebakaran (damkar) dan mobil dump truk untuk mengevakuasi material sampah akibat banjir, seperti batu, kayu maupun tanah berlumpur.
Banjir bandang itu terjadi, Minggu (16/03/2025), sekira pukul 16.00 WIB, di saat hujan lebat. Pada tahun 2021 lalu, Kota Wisata Parapat, juga sudah pernah dilanda banjir bandang.
Penyebab bajir bandang akibat meluapnya air Sungai Batugaga. Aliran air sungai tersumbat hingga luapan air sampai ke kawasan Kota Parapat.
Menurut Resman, Pemerintah Kabupaten Simalungun akan melakukan normalisasi terhadap Sungai Batugaga untuk mengatasi banjir bandang agar tidak terulang lagi di Kota Wisata Parapat.
"Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana alam. Apalagi, intensitas hujan saat ini sangat tinggi," tutur Resman. (*)