Tanjungbalai
(harianSIB.com)Pasca cuti bersama dan libur Hari Raya
Idulfitri 1446 H, aktivitas Pemerintahan di
Kota Tanjungbalai,
Sumatera Utara, kembali berjalan dan tingkat kehadiran
Aparatur Sipil Negara (ASN) mencapai 98 persen.
Angka tersebut menunjukkan tingkat disiplin yang cukup baik dari para ASN setelah melewati masa libur panjang
" Berdasarkan hasil sidak dan laporan resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tanjungbalai, tercatat tingkat kehadiran ASN pertama kerja mencapai angka 98 persen," ujar Plh Kadis Kominfo Tanjungbalai Heri Antoni kepada Jurnalis SIB News Network (SNN), Rabu (09/04/2025).
Untuk memastikan tingkat kehadiran
ASN, Heri Antoni mengatakan Wakil Wali
Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi
Asisten Pemerintahan Abu Hanifah melakukan Sidak di beberapa OPD diantaranya
Dinas Kesehatan,
RSUD Dr Tengku Mansyur.
Sementara Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung melakukan Sidak Ke Kantor Lurah Muara Sentosa, Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial serta meninjau Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah terkait penertiban pedagang oleh Satpol PP
Dikatakan, Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasinya kepada para
ASN yang hadir dan langsung aktif bekerja pasca libur Lebaran dan menegaskan bahwa
ASN merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan harus menjadi contoh dalam hal kedisiplinan serta profesionalisme.
Terutama OPD pelayanan, Dinas Kesehatan dan RSUD Dr Tengku Mansyur yang merupakan OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tadi saya lihat tingkat kehadiran ASN sudah baik dan saya tekankan agar tetap dipertahankan dan pelayanan kesehatan ditempat tersebut juga lebih dioptimalkan, ujar Wakil Wali Kota
" Hari pertama kerja pasca libur Lebaran juga ditandai dengan kembalinya aktivitas pelayanan publik di berbagai sektor. Kantor pelayanan seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Perizinan, serta Puskesmas dan RSUD di lingkungan Pemko Tanjungbalai sudah kembali beroperasi begitu juga dengan OPD lainnya yang berkaitan dengan pelayanan publik," tutup Heri Antoni, (**)