Simalungun
(harianSIB.com)Belum setahun selesai dikerjakan, jembatan penghubung antar Nagori (Desa)
Nauli Baru-
Janggir Leto, Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, saat ini sudah mengalami kerusakan.
Hal tersebut disampaikan dan dikeluhkan warga Nagori Nauli Baru, marga Samosir dan Sinaga kepada Jurnalis SIB News Network (SNN) di Minggu (27/04/2025).
Dikatakan Samosir, hasil pembangunan jembatan penghubung sepanjang 7 meter dan lebar sekitar 4-5 meter tersebut mengecewakan, sebab di setiap sisi sayap jembatan sudah retak yang diduga akibat kualitas bangunan tidak sesuai dengan rancangan anggaran belanja.
"Lantai sayap jembatan dan beberapa titik bangunan saat ini sudah retak-retak dan sudah terpisah dengan tembok jembatan. Kita kuatir jembatan akan kembali ambruk dan amblas bila diterjang luapan air sungai khususnya di musim penghujan," ujarnya.
Lanjut Samosir, semenjak jembatan rampung dikerjakan pada Desember 2024 yang lalu, jembatan tersebut belum pernah dilalui kendaraan roda empat.
"Jembatan belum pernah dilalui kendaraan roda empat. Sementara kondisi jalan menuju jembatan tersebut juga sudah rusak parah akibat kerap dilalui kendaraan pelangsir material milik rekanan semasa pembangunannya," ujarnya.
Menurut dia, semenjak jembatan itu selesai dikerjakan masih dialui sepeda motor, baik untuk melangsir hasil-hasil pertanian maupun akes jalan untuk para pekerja menuju perusahaan dan aktifitas sosial antar kedua desa.
Warga tersebut berharap Aparat Penegak Hukum (APH) mengevaluasi kinerja dari rekanan pengerjaan pembangunan jembatan Nagori Nauli Baru-Janggir Leto berbiaya miliaran tersebut. (**)