Pematangsiantar
(harianSIB.com)Nurdin, ayah korban penjambretan,
Rindy Liviani (20) warga Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun menyebut bahwa anaknya pamit hendak mencari kerja.
"Anak saya dan sepupunya Suci, pamit dari rumah hendak mencari kerja pengalengan ikan di Panei Tongah," kata Nurdin diwawancarai di ruang jenazah forensik RSUD Djasamen Saragih, Senin (9/6/2025) sore.
Keluarga menangis sedih saat mengetahu anaknya
Rindy meninggal dunia kecelakaan akibat jadi korban jambret di ruang jenazah
forensik RSUD Djasamen Saragih, Senin (9/6/2025) sore. (Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio)
Nurdin menjelaskan, mereka berdua saat pamit dari rumah mengendarai sepeda motor honda melaju dari arah Rambung Merah tembus ke Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Utara.
"Kalau gak salah anak saya yang bawa sepeda motor dan sepupunya dibonceng saat itu," sebut Nurdin yang menyebut anaknya tamat dua tahun lalu dari sekolah.
Namun entah apa yang terjadi kata Nurdin, tiba-tiba keluarga mendapat kabar anaknya mengalami kecelakaan di Jalan Sisingamangaraja. Mendapatkan kabar itu, mereka pun datang untuk memastikan kejadian tersebut.
"Kita bersama keluarga datang ke ruang jenazah forensik RSUD Djasamen Saragih dan ternyata anak saya korban jambret tewas pada saat kejadian itu," timpalnya.
Saat ditanya langkah pihak keluarga atas kejadian ini, Nurdin menambahkan agar polisi melakukan otopsi ke jasad anaknya." Keluarga tadi sudah sepakat supaya anak kami ini dilakulan otopsi," terangnya.
Nurdin pun berharap kepada aparat kepolisian supaya mengusut kasus yang menimpa anaknya yang tewas akibat korban jambret." Kita minta polisi menghukum pelaku sesuai hukum yang berlaku," tandasnya. (**)