Tanjungbalai
(harianSIB.com)Ratusan tenaga honorer berbagai formasi di lingkungan
Pemko Tanjungbalai yang telah dirumahkan sejak 1 Juli 2025 kemarin, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota, Jalan Sudirman Kota Tanjungbalai, Kamis (17/7/2025).
Amatan Jurnalis harianSIB.com di lokasi, para honorer yang dirumahkan itu berunjuk rasa meminta Wali Kota Tanjungbalai untuk dapat mempekerjakan kembali mereka sebagai tenaga honorer.
"Mereka ini adalah korban dari manipulasi data tahun kerja dan ketidakbecusan oknum kepala OPD dalam kebijakan menentukan siapa yang masuk data base agar bisa menjadi P3K dan P3K paruh waktu," ujar Hanif salah satu orator aksi.
Tidak lama kemudian, Wali Kota Mahyaruddin Salim menyahuti aspirasi seluruh honorer dengan mengajak berdialog di Aula Kantor Wali Kota.
Dalam dialog itu, Mahyaruddin mendengarkan keluhan mengenai kejelasan seluruh tenaga honorer di lingkungan Pemko Tanjungbalai yang telah dirumahkan tersebut. Pengunjuk rasa meminta agar kembali dipekerjakan dan diangkat menjadi P3K.
Selain itu, salah satu pengunjuk rasa mengungkapkan bahwa ditemukan adanya permainan ketika seleksi penerimaan P3K. Sebab menurut mereka, ditemukan ada yang masih honor selama 2 tahun bahkan ada yang masih 6 bulan namun sudah menjadi Pegawai P3K.
Menanggapi itu, Mahyaruddin meminta agar temuan manipulasi data yang dimaksudkan itu untuk bisa segera disampaikan data nya agar segera ditindaklanjuti.
"Jika ada yang tahu kasus seperti itu, mari sampaikan kepada saya datanya agar kita tindak lanjuti," ucap Mahyaruddin.
Mendengar tanggapan Wali Kota, Andrean Hanif selaku koordinator aksi mengatakan akan segera mengumpulkan data data dugaan kecurangan terkait penerimaan dan pengangkatan P3K di Tanjungbalai dan akan disampaikan ke Wali Kota.
Setelah berdialog dengan Wali Kota, para pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (**)