Simalungun(harianSIB.com)Kabupaten
Simalungun salah satu sentra pertanian hortikultura di Sumatera Utara. Untuk itu, sangat dibutuhkan informasi prakiraan harga hasil pertanian dan cuaca yang akurat, agar petani bisa mengatur jadwal pola tanam untuk menghindari kerugian.
Hal tersebut dikatakan Ketua Kelompok Tani Juma Bolon, Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Edwin ST, lewat telepon, Sabtu (23/8/2025).
"Harapan kita, ada aplikasi soal itu yang bisa diakses dengan gampang seperti melalui handphone pintar, sehingga petani bisa mengetahui prediksi harga dan cuaca. Dengan demikian, petani sudah bisa mengkonsep pola tanamnya untuk menekan kerugian," ujarnya.
Dia mencontohkan, apabila aplikasi itu sudah ada, kemudian diakses bahwa harga kol akan anjlok tiga bulan ke depan, maka petani sudah bisa beralih ke komoditi lain seperti cabai, kentang dan lainnya. Begitu prediksi harga produksi tani lainnya.
"Soal cuaca pun demikian, bahwa dua atau tiga bulan ke depan akan terjadi kemarau, maka petani sudah bisa menunda pola tanam dan beralih ke sektor lain sembari menunggu cuaca stabil. Tentu, petani sangat terbantu dengan hal itu, dengan ketentuan informasi yang akurat, bukan hoax," kata dia.
Untuk itu, harapnya, Pemkab Simalungun sangat perlu menciptakan layanan informasi harga dan cuaca itu, agar petani terbantu untuk memilih komoditas apa yang ditanam dan kapan dilakukan pola tanamnya. Dengan demikian, kesejahteraan petani secara menyeluruh cepat terwujud. (**)