Tapteng
(harianSIB.com)Seratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Masyarakat
Tapanuli Tengah Bersatu, menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten
Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (2/9/2025) siang.
Pantauan harianSIB.com, massa kompak berjalan kaki, bergerak dari Lapangan GM Panggabean Pandan, Sumatera Utara yang dikomandoi Doni Dwi Prabowo. Pengamanan massa aksi ini juga langsung dipantau Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya.
Salah satu orator aksi, Irsan Sinaga mengatakan, kedatangan masyarakat saat itu menuntut agar fungsi pengawasan DPRD kembali di jalan termasuk melakukan pembahasan penyelewengan dana PEN tahun 2021 sebesar Rp70 miliar yang menjadi beban APBN Tapteng.
Selanjutnya, massa menilai anggota DPRD lebih sibuk mempermasalahkan hal-hal yang tidak substansial seperti mendebatkan soal ketidakhadiran Bupati dalam menyaksikan bersama pidato kenegaraan Presiden.
Selain itu, kata Irsan, anggota DPRD Tapteng kerap melakukan RDP atas pemecatan kepala lingkungan, Kepala Desa yang tersandung dugaan penyelewengan dana desa.
Irsan juga meminta DPRD segera mengevaluasi diri, melakukan perbaikan kinerja sebagai legislator. Pernyataannya itu juga diikuti oleh teriakan massa yang menyebutkan anggota DPRD merupakan pengemis suara rakyat.
"DPRD tidak fokus pada kepentingan masyarakat melainkan hanya memperbesar masalah yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat dan bijaksana," katanya.