Tapanuli Utara(harianSIB.com)
Warga Desa Sinampang mengeluhkan rusaknya lingkungan diduga setelah dibukanya kebun Eucalyptus oleh PT. TPL.
"Bagi masyarakat, kami merasa tidak diuntungkan. Hutan di Desa Simanampang sudah rusak dan saat ini sudah banyak dijadikan kebun Eucalyptus. Masyarakat jadi susah mencari kayu bakar dan sumber air pun jadi susah. Selain itu, dengan dibukanya kebun Eucalyptus di Desa Simanampang ini sangat berdampak pada lingkungan, " ujar tokoh masyarakat Desa Simanampang Kecamatan Siatas Barita, Asman Lumbantobing kepada Jurnalis SIB, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, dampak dibabatnya hutan di Desa Simanampang menjadi kebun Eucalyptus sangat mempengaruhi sumber air bersih untuk kebutuhan masyarakat Desa Simanampang ini. Selain itu lahan juga menjadi tandus.
" Dampaknya sangat merusak lingkungan dan sumber air bersih untuk masyarakat menjadi mengering. Begitu alur - alur sungai tertimbun sisa - sisa penebangan hutan, " ungkapnya.
Dia juga menegaskan, kualitas air berkurang yang diakibatkan dari penggunaan pupuk dan pestisida yang merembes ke sumber air bersih.