Gunungsitoli(harianSIB.com)
Selama lima tahun terakhir, dana pemeliharaan di SMA Negeri 3 Gunungsitoli tercatat hampir mencapai Rp1,8 miliar. Ironisnya, kondisi fisik sekolah justru memprihatinkan. Dinding kelas dipenuhi lumut, plafon berlubang, bahkan sejumlah ruangan dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Kondisi ini mendapat sorotan dari aktivis antikorupsi Kepulauan Nias, Abiyudi Zai. Ia menilai penggunaan anggaran patut dipertanyakan.
"Sejumlah ruang belajar kondisinya sangat tidak layak. Dinding berjamur dan berlumut, plafon berlubang, bahkan ada yang nyaris roboh," ujar Abiyudi saat diwawancarai wartawan, Jumat (3/10/2025).
Berdasarkan data yang dihimpunnya, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana SMAN 3 Gunungsitoli dalam lima tahun terakhir adalah sebagai berikut: tahun 2024 Rp365.948.970; tahun 2023 Rp370.880.270; tahun 2022 Rp321.442.458, tahun 2021 Rp391.560.600 dan tahun 2020 Rp344.970.300.
Baca Juga: Ruang Belajar dan Mobiler SDN 0510 Sihiuk, Palas Memprihatinkan "Anggaran sebesar itu tidak terlihat dampaknya di lapangan," tambahnya.
Selain soal pemeliharaan, Abiyudi juga menyoroti dugaan pungutan liar di sekolah tersebut. Meski berstatus sebagai sekolah negeri yang seharusnya bebas pungutan, SMAN 3 Gunungsitoli disebut masih memungut iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dari siswa setiap bulan.