Simalungun(harianSIB.com)
Puluhan masyarakat berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Simalungun, Senin (6/10/2025), menuntut jabatan Pangulu (Kepala Desa) Tanjung Saribu, Kecamatan Dolokpardamean, dicopot.
Selain berorasi, massa juga membentangkan sejumlah poster sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap dan perilaku Pangulu Tanjung Saribu.
Menurut keterangan pengunjuk rasa, Pangulu Tanjung Saribu berinisial JS diduga telah melakukan perbuatan asusila dan perselingkuhan dengan seorang wanita yang merupakan perangkat nagori di desa tersebut.
Bahkan, katanya, permasalahan itu diperkuat dengan adanya surat perdamaian antara oknum pangulu dan suami dari wanita perangkat nagori (desa) tersebut.
Baca Juga: Salmon Sumihar Sagala Minta Bapenda Sumut Sosialisasikan Pemutihan PKB Secara Masif Libatkan Media Cetak Tindakan yang tidak bermoral itu dinilai telah mencoreng martabat pemerintahan nagori serta bertentangan dengan norma-norma agama dan nilai-nilai Pancasila. Juga terjadi gejolak sosial, keresahan dan hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan oknum pangulu tersebut.
Orator aksi, Balmer Sipayung meminta Bupati Simalungun untuk segera mencopot jabatan Pangulu Tanjung Saribu karena dinilai telah melanggar norma moral dan etika sebagai pejabat publik.
Editor
: Wilfred Manullang