Sibolga(harianSIB.com)
Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian (PKPP) Sibolga, Julius Partogi Haloho, mengatakan ratusan nelayan di Kota Sibolga terancam tidak dapat melaut menyusul pemangkasan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Solar oleh PT Pertamina Depot Sibolga.
Menurutnya, para nelayan mengeluhkan kelangkaan BBM subsidi, sehingga banyak tidak bisa berangkat melaut.
"Saat ini kuota penyaluran BBM subsidi jenis Solar ke SPBUN hanya 100 KL dari yang biasanya 150 Kilo Liter (KL) per bulan," katanya kepada wartawan, Jumat (10/10/2025) seraya menambahkan bahwa jumlah kapal nelayan yang membutuhkan BBM subsidi mencapai 300 unit kapal.
PT. Pertamina Depot Sibolga diharapkan meninjau ulang dan dapat menambah kuota BBM subsidi yang diberikan kepada nelayan melalui SPBUN di Sibolga.
Baca Juga: AKTA Sumut Desak Polda Serius Tangani Kasus Hukum Mandek di Padang Lawas Terpisah,
Sales Area Manager Retail Sibolga Toni Pradana melalui telepon menjawab wartawan harianSIB.com mengatakan,
PT Pertamina melakukan penyesuaian SK kuota
BBM Subsidi Triwulan (TW) III yang saat ini sudah masuk dalam SK
Kuota BBM Subsudi TW IV dan penyaluran sudah normal.
"Bukan pengurangan pak, kemarin menyesuaikan dengan SK kuota BBM Subsidi TW III, saat ini sudah masuk SK Kouta BBM Subsidi TW IV,, insyaAllah sudah normal kembali penyalurannya," katanya.