Sibolga(harianSIB.com)
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum untuk Nelayan (SPBUN) Sibolga menerima tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar sebanyak 160 kiloliter (KL) pada Oktober 2025. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni 100 KL di awal bulan dan tambahan 60 KL pada pertengahan bulan.
Pengelola SPBUNSibolga, Anto, mengatakan kepada harianSIB.com melalui sambungan telepon, Kamis (16/10/2025), bahwa penyesuaian ini mengembalikan kuota ke jumlah normal seperti beberapa bulan sebelumnya.
"Sebelumnya kami hanya menerima 100 KL di awal Oktober. Hari ini ada tambahan 60 KL lagi, jadi total kuota bulan ini kembali 160 KL," jelasnya.
Anto menambahkan, pada periode Juli hingga September 2025 SPBUNSibolga juga menerima kuota sebesar 160 KL per bulan, dengan realisasi tebus sekitar 128 KL. Namun, pada awal Oktober sempat terjadi penyesuaian sementara hingga hanya 100 KL.
Baca Juga: Pemprov Sumut Kembangkan Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap dan Budidaya Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan, dan Pertanian (PKPP) Kota Sibolga, Julius Partogi Haloho, menyebut ratusan nelayan sempat mengeluhkan kelangkaan solar subsidi akibat pemangkasan kuota oleh BPH MigasDepot Sibolga.
"Jumlah kapal nelayan yang membutuhkan BBM subsidi mencapai sekitar 300 unit kapal," ujar Julius.