Pematangsiantar(harianSIB.com)
Suasana haru menyelimuti Gereja Paroki St Laurensius Brindisi, Jalan Sibolga, Pematangsiantar, Senin (20/10/2025). Sr Agnes Datubara KYM, adik kandung Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan (KAM), Mgr AGP (Pius) Datubara OFMCap, menangis histeris di depan altar saat kidung Gita Sang Surya dilantunkan untuk melepas jenazah sang kakak menuju Gereja Katolik St Fransiskus dari Assisi di Saribudolok.
Almarhum Mgr Pius Datubara wafat pada Jumat (17/10/2025) pukul 09.13 WIB di RS Santa Elisabeth Medan akibat gangguan paru-paru, pada usia hampir 92 tahun. Beliau dikenal sebagai sosok gembala yang rendah hati dan sangat peduli terhadap kaum kecil.
Baca Juga: Adat Gok Simalungun Iringi 'Perpisahan' Uskup Emeritus Mgr Datubara Histeris: Sr Agnes Datubara KYM menangis histeris, sebelum mencium jasad abangnya Uskup Emeritus KAM Mgr AGP Datubara OFMCap yang disemayamkan di gereja Paroki St Laurensius Brindisi di Jalan Sibolga Pematangsiantar, Senin (20/10/2025). (Foto: SIB /Oki Lenore)Sr Agnes, satu-satunya adik almarhum yang masih hidup di biara, tak kuasa menahan tangis sejak awal prosesi. Saat peti jenazah dibuka di altar, ia terlihat mengangkat tangan, mengusap wajahnya, dan mencium bagian wajah kakaknya sambil tersedu.