Simalungun(harianSIB.com)
Curah hujan yang cukup tinggi melanda Kecamatan Sidamanik membuat Daerah Irigasi (DI) Manik Rejo yang mengairi sekitar 130 hektare areal persawahan masyarakat Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun longsor.
Akibatnya, jadwal penanaman padi terancam gagal. Hal itu disampaikan B Simanjuntak, R Sinaga dan M Siallagan petani padi kepada harianSIB.com, Sabtu (22/11/2025).
Siallagan mengatakan bahwa irigasi longsor ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Nagori Bahal Gajah sejak Jumat (21/11/2025), sehingga membuat Daerah Irigasi Manik Rejo longsor dan petani tidak dapat menanam atau harus menunda penanaman.
"Kalau irigasi ini lambat ditangani, tentu petani padi harus melakukan penjadwalan ulang untuk penanaman padi. Bahkan tidak menutup kemungkinan petani bisa beralih menjadi tanaman holtikultura", katanya.
Baca Juga: 1.203 KK Terdampak Banjir di Sergai, BPBD Dirikan Posko Siaga Darurat Sementara Sinaga menuturkan akibat irigasi longsor ini, para petani harus merasakan dampak sosial karena akan mengalami penurunan pendapatan, yang pada awalnya juga dapat meningkatkan ketahanan pangan, namun terpaksa harus menunda dan mencari alternatif untuk memanfaatkan lahan pertanian.
Dia juga mengaku bahwa kondisi ini tidak hanya menghancurkan struktur fisik irigasi, tetapi juga memicu gangguan produksi pertanian, kerugian ekonomi, dan masalah sosial yang memerlukan respon cepat dari pemerintah dan pihak terkait, tegasnya.
Editor
: Wilfred Manullang