Tarutung(harianSIB.com)
Suasana mencekam menyelimuti SPBU 14.224.302 Jalan D.I Panjaitan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Senin (1/12/2025) malam. Ratusan kendaraan bermotor mengular sepanjang jalan, sementara emosi warga yang mengantre memuncak seiring berjalannya waktu.
Pukul 21.00 WIB, situasi yang tadinya relatif terkendali mulai memanas. Puluhan pengendara yang sudah mengantre berjam-jam mulai kehilangan kesabaran. Suara klakson berbunyi nyaring secara bersamaan, menciptakan kekacauan suara yang memecah keheningan malam.
"Sudah dari sore nih, belum dapat-dapat juga! Gimana mau kerja besok?" keluh salah seorang pengendara dengan nada frustasi.
Baca Juga: Dampak Pemblokiran Barkot dan Kelangkaan Solar, 17.000 Unit Truk Ancan Stop Operasi Akar masalah ini adalah keterlambatan distribusi
BBM akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Taput beberapa hari terakhir. Jalur distribusi terganggu, pasokan
BBM terhambat dan
SPBU kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus melonjak.
Mendengar kabar situasi yang mulai tidak terkendali, Bupati Taput JTP Hutabarat, langsung turun ke lapangan. Ia memantau kondisi sambil berdialog dengan warga dan petugas SPBU.