Pematangsiantar(harianSIB.com)
Sudah sepekan terakhir, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Pematangsiantar membuat warga resah. Antrean mengular hingga berjam-jam terlihat di berbagai SPBU, namun ironisnya, saat warga sampai di depan dispenser, petugas sering menyatakan stok telah habis.
Situasi ini menimbulkan kekecewaan mendalam. Warga menilai kelangkaan semakin tidak masuk akal, apalagi muncul dugaan adanya "main mata" antara petugas SPBU dan pemilik truk tertentu yang diduga dapat mengisi BBM berulang kali.
Padahal, masyarakat biasa yang hanya membutuhkan BBM untuk aktivitas harian justru sering kesulitan mendapat jatah.
Pengawas pembongkaran BBM di SPBU Jalan Ahmad Yani, marga Tobing saat ditemui di kantornya, Senin (8/12/2025) siang, mengatakan pihak SPBU sudah berusaha mengikuti aturan dan tetap melayani semua konsumen dengan tertib. Namun ia berharap ada kebijakan pemerintah untuk membatasi kendaraan luar daerah agar tidak menambah kemacetan.
Baca Juga: Di Bawah Terik Matahari, Warga Pamatang Raya Tetap Antre Panjang Demi BBM "Kami sudah seminggu ini membiarkan antrean berjalan sesuai aturan. Tapi kalau terus seperti ini,
SPBU yang disalahkan. Padahal masalahnya bukan hanya di kami," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa antrean panjang yang terjadi beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan pribadi dan angkutan umum yang mengisi BBM dalam jumlah besar. Ia menyebutkan, rata-rata kendaraan pribadi mengisi hingga 300 ribu rupiah, sedangkan angkutan umum dibatasi sekitar 200 ribu rupiah.
Editor
: Robert Banjarnahor